MALANG, HETANEWS.com - Polri menetapkan 6 tersangka dalam tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Tak hanya dari kepolisian, penyidik juga menetapkan Panitia Pelaksana hingga Direktur Utama LIB sebagai tersangka.

Penetapan tersangka disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai Tim Investigasi melakukan serangkaian penyidikan.

6 tersangka yang dianggap bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan 131 orang tersebut diantarannya Direktur Utama PT LIB AHL, Ketua Panitia Pelaksana AH, Security Officer SS, Kabag Ops Polres Malang WSS, anggota Brimob Polda jatim H, Kasat Samapta Polres Malang BSA.

Ketiga personel kepolisian yang menjadi tersangka diduga terkait dengan penembakan gas air mata pada laga 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan, sementara PT LIB dianggap lalai karena tidak melakukan verifikasi Stadion, khususnya terkait keselamatan penonton.

Tersangka dikenakan Pasal 359 dan 360 KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan kematian dan luka berat.

Kapolri menyebut, proses investigasi pidana masih terus berlanjut dan tak menutup kemungkinan tersangka tragedi kanjuruhan masih bertambah.

Sementara itu, penyidikan kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terus berlanjut, Menkopolhukam Mahfud MD sebagai Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta akan mengungkap laporan kepada publik dalam 2 pekan mendatang.

Mahfud juga mengatakan, Tim TGIPF juga disebar ke sejumlah lokasi mulai dari Malang, Surabaya, Jakarta, hingga ke sejumlah lembaga.

Data yang dikumpulkan TGIPF bersumber dari berbagai pihak guna memvalidasi kontstruksi perkara.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga terus memeriksa rekaman cctv atau kamera pemantau yang terpasang di pintu 9 hingga pintu 14 di Stadion Kanjuruhan.

Menurut polisi, 6 pintu itu merupakan titik di mana banyak korban meninggal dunia.