HETANEWS.com - Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat untuk memilih jenis investasi di berbagai platform. Kondisi ini dimanfaatkan banyak platform tak berizin untuk menggaet investor dengan menjanjikan keuntungan menggiurkan.

Per September 2022, Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat ada 18 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan 18 entitas itu melakukan money game, penawaran investasi tanpa izin, perdagangan kripto tanpa izin, hingga crowd funding tanpa izin.

“SWI berusaha senantiasa hadir melindungi masyarakat agar terhindar dari kegiatan penawaran investasi atau pinjaman online yang tidak memiliki perizinan,” kata Tongam melalui keterangan tertulis yang diterima kumparan, Rabu (5/10).

SWI mengatakan para investor pemula perlu memilih dengan cermat aplikasi atau platform untuk investasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan trader pemula adalah mengecek platform tersebut apakah terdaftar di Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), PT Lembaga Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Operational Director DCFX Tonny Fong mengatakan platform yang diluncurkannya sudah terdaftar di Bappebti hingga BBJ. Perusahaan baru-baru ini merilis aplikasi super yang memudahkan investor pemula belajar investasi.

“Sejalan dengan misi DCFX menjadi pialang yang mengedepankan teknologi DCFX super App bertujuan untuk memanjakan para nasabah yang telah memilih bersama DCFX. Kami selalu mengutamakan integrasi dan transparansi dalam proses transaksi pengguna,” katanya.

Direksi perusahaan investasi DCFX. Foto: Dok DCFX

Tonny menjelaskan DCFX menyediakan platform all-in-one yang dapat menyederhanakan dan memberikan pengalaman trading yang lengkap dan aman mulai dari akun terbuka cepat memudahkan trader, deposit dan penarikan cepat hanya 10 menit, analisis teknikal yang andal, fitur video live streaming, newsflash, edukasi, dan webinar yang menarik.

Investor juga bisa memilih membership program dan dan fitur lainnya yang mendukung baik trader pemula maupun berpengalaman dalam transaksi trading. “Produk investasi kami mulai dari valas, komoditas, hingga saham,” ujarnya.

Jangan Mudah Tergiur Keuntungan Selangit

Selain memilih investasi yang berizin resmi, investor pemula juga harus awas dengan keuntungan yang ditawarkan pengguna platform. Tongam meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan penawaran bunga tinggi tanpa melihat aspek legalitas dan kewajaran dari tawarannya.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing. Foto: Jessica Helena Wuysang/ANTARA FOTO

Masyarakat dapat melakukan pengecekan legalitas dengan mengunjungi website dari otoritas yang mengawasi atau cek apakah pernah masuk dalam daftar entitas yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi melalui minisite waspada investasi https://www.ojk.go.id/waspada-investasi/id/alert-portal/Pages/default.aspx.

“Setiap entitas yang dihentikan kegiatannya oleh SWI diperintahkan untuk mengembalikan kerugian masyarakat. Jangan mudah percaya dengan alasan yang dibuat oleh pelaku investasi ilegal. Apabila pelaku mempersulit penarikan dana, segera lapor ke polisi,” kata Tongam.

Sumber: kumparan.com