SIANTAR, HETANEWS.COM - PLT Dirut PD Pasar Horas Jaya Toga Sehat Sihite menyatakan, dugaan korupsi yang disebut-sebut anggota Serikat Pekerja Mandiri (SPM) kepada dirinya tidak benar.

Toga menyebut dugaan korupsi seperti yang dituding oleh SPM, potongan Rp 50.000 dari Serikat Tolong Menolong (STM) itu sama sekali mengada-ngada.

"Sudah diklarifikasi dengan bukti-bukti kepada pihak penegak hukum dengan memberikan data-data," kata Toga Sihite kepada Hetanews dikutip dari keterangan pers, Selasa (4/10).

Selain dugaan korupsi, Toga Sihite turut menanggapi tuntutan SPM mulai dari prosedur pengangkatan pegawai hingga standar upah.

"Untuk menjadi pegawai tetap akan dilakukan ketika Perusahaan sudah sehat dan ini masih dalam proses, dalam waktu dekat ini perusahaan akan melakukan seleksi untuk mengetahui berapa sebenarnya jumlah karyawan yang memenuhi kriteria dan dibutuhkan oleh perusahaan saat ini," katanya.

Menurutnya, melalui seleksi akan didapatkan jumlah pegawai yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan

Maka dengan itu perusahaan akan meningkatkan kesejahteraan pegawai dalam hal ini Jaminan Hari Tua dan gaji yang diperoleh pegawai akan mengikuti standar UMK (Upah Minimum Kota) Pematang Siantar.

Sebelumnya, Puluhan anggota Serikat Pekerja Mandiri (SPM) PD Pasar Horas Jaya menggelar aksi unjuk rasa di kantor PD.Pasar Horas Jaya Kota Pematang Siantar, Senin (3/10).

Massa juga berunjuk rasa ke Kantor Kejari Siantar dan DPRD Siantar di Jalan Adam Malik. Dalam aksi unjuk rasa itu, salah satu tuntutan pendemo meminta Dirut PD PHJ mundur dari jabatannya.