HETANEWS.com - Pelatih klub raksasa Liga Inggris (Premier League) Manchester City, Pep Guardiola, ikut berduka cita atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sebagai informasi, sebuah insiden kelam justru harus dirasakan oleh masyarakat Indonesia karena kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang selepas laga Arema FC vs Persebaya.

Kerusuhan yang terjadi selepas laga tersebut usai semakin tak terelakkan ketika suporter turun ke dalam lapangan dan menimbulkan kericuhan dengan pihak keamanan.

Pihak kemanan pun justru menembakkan gas air mata untuk menertibkan penonton dan membuat situasi di Stadion Kanjuruhan semakin mencekam.

Kejadian ini menjadi sorotan dunia, pasalnya tragedi ini menimbulkan korban jiwa yang hingga mencapai ratusan orang. Dunia pun berduka atas kejadian ini.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola pun juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menyebabkan ratusan korban jiwa meninggal dunia. Pep Guardiola pun bahkan menyebutkan jika kejadian ini membuatnya merasa bahwa dunia saat ini sudah menjadi gila.

“Sangat menyedihkan. Sungguh menyedihkan,” kata pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat dimintai tangapannya perihal keuruhsan yang terjadi di Malang, dikutip dari akun Twitter resmi Manchester City Indonesia, @mancityIndo.

“Dunia sudah gila. Apa yang terjadi di sini, dalam 3 jam. Sangat disayangkan apa yang terjadi di Indonesia,” lanjutnya.

“Turut berduka dan doa terbaik untuk keluarga di Indonesia yang terdampak dan semuanya,” pungkasnya.

Kerusuhan suporter usai laga Arema FC vs Persebaya pada Liga 1 pekan ke-11 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (01/10/22) malam. © Ian Setiawan/INDOSPORT

Bentuk Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang

Kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang, ini akan menjadi catatan kelam bagi sepak bola Indonesia. Pasalnya, tragedi ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia dengan memakan korban jiwa hingga ratusan orang.

Karena hal ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, bergegas dengan membentuk tim pencari fakta Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Hal ini beliau sampaikan melalui konferensi pers yang diadakan oleh Mahfud MD pada Senin (03/10/22). Pembentukan Tim Pencari Fakta ini dilakukan atas mandat langsung dari Presiden RI, Joko Widodo, yang meminta agar tragedi ini dapat segera diinvestigasi.

“Pemerintah sangat terpukul dengan peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menjatuhkan hingga 125 korban,” kata Mahfud MD pada konferensi pers.

“Kita menjadi negara dengan tragedi sepak bola terbesar ketiga dunia, setelah Peru dan Ghana,” ucapnya.

Selain itu, Mahfud MD pun juga menyampaikan beberapa poin yang menginstruksikan Polri untuk segera melakukan tindakan penangkapan oknum-oknum yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Bukan hanya itu, Polri juga diminta untuk melakukan evaluasi terhadap keamanan menyusul tragedi kelam yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut.

“Polri segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana, dan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan,” pungkasnya.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Foto: Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan © Ian Setiawan/INDOSPORT

Tim Investigasi PSSI Mulai Bekerja

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan bersama Kapolri, Listyo Sigit serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali telah mengunjungi langsung Stadion Kanjuruhan lokasi di mana tragedi kelam selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Senin (03/10/22).

Stadion Kanjuruhan memang menjadi saksi bisu di mana ratusan orang meregang nyawa karena kerusuhan selepas laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kerusuhan memang tak terelakan selepas laga Arema FC menjamu Persebaya. Di mana laga yang berakhir 3-2 untuk keunggulan Persebaya Surabaya ini membuat kelompok suporter Arema FC merangksek ke dalam lapangan dan terjadi gesekan dengan pihak keamanan.

Insiden ini pun membuat sejumlah 125 orang meninggal dunia karena terdesak dan menghirup gas air mata yang dilepaskan oleh pihak keamanan. Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI menilai kejadian ini menjadi evaluasi besar PSSI.

"PSSI menyampaikan duka yang mendalam terkait insiden ini. Kami juga meminta maaf kepada keluarga korban dan semua pihak," buka Iriawan.

Sumber: indosport.com