SIMALUNGUN, HETANEWS.com- Terdakwa Aprial Baskoro (34), warga Silulu Gunung Malela Simalungun merasa pas dan cukup usai dituntut jaksa selama 6,6 tahun denda Rp 1 milyar subsider 3 bulan penjara.

"Pas yang mulia," kata terdakwa saat ditanya tanggapannya atas tuntutan jaksa Nova Miranda yang dibacakan Jaksa Dedy Chandra Sihombing disidang Senin (3/10/2022) di ruang sidang Cakra PN Simalungun.

Bisanya, terdakwa memohon kepada hakim agar memberikan putusan yang seringan-ringannya. Tapi karena terdakwa tidak melakukan hal itu, maka pengacara juga menyatakan cukup.

Menurut jaksa, Aprial Baskoro ditangkap di rumahnya pada Rabu, 20 April 2022. Petugas bersama gamot (pemerintah setempat) melakukan penggeledahan dan menyita barang bukti 8 plastik klip berisi sabu seberat 1,39 gram. Juga hape Vivo yang diakui milik terdakwa.

Sabu sebanyak itu diakui terdakwa dibeli dari Firman (DPO) di Tanjung Balai sebanyak 5 gram dengan harga Rp 2.500.000 pada Maret 2022. Untuk diedarkan atau dijual kembali kepada siapa pun yang datang membeli kepada terdakwa.

Aprial juga mengakui memperoleh keuntungan Rp 600 ribu setiap gramnya. Perbuatan terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya 20 tahun penjara atau hukuman mati.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun Anggreana ER Sormin, Aries Ginting dan Dessy Ginting sepakat menyatakan persidangan ditunda hingga Senin (10/9/10/2022) mendatang. Dengan agenda persidangan pembacaan putusan.