HETANEWS.com - Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino, Minggu (2/10), menyebut petaka di Stadion Kanjuruhan, Malang sebagai hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam dunia persepakbolaan. Ia juga mengatakan bahwa tragedi itu ‘di luar nalar.’

Tragedi yang terjadi pada Sabtu (1/10) malam pasca laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya menyebabkan 180 orang luka-luka dan sedikitnya 174 orang tewas. Peristiwa tersebut disebut sebagai salah satu bencana olahraga yang paling mematikan di dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa, 21 Januari 2020. (Foto: AP)

"Dunia sepak bola sedang syok menyusul (adanya) insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan," kata Infantino.

"Semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang terluka, bersama dengan rakyat Republik Indonesia,” katanya.

Di Spanyol, La Liga dan federasi sepak bola negara tersebut mengumumkan akan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan yang dilangsungkan pada akhir pekan. Liga Italia Serie A mencuit rasa simpati mereka atas tragedi tersebut.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan perhatian kami kepada para korban, keluarga, dan semua orang yang terkena dampak tragedi di Malang, Indonesia," kata akun resmi Liga Serie A.

Sumber: voaindonesia.com