HETANEWS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tiga Kapolda tidak terlibat dalam rekayasa skenario pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J yang dirancang Ferdy Sambo.

“Divisi Propam dan Timsus sudah memeriksa, sampai saat ini kesimpulannya tidak ada keterkaitan dengan skenario kasus FS,” ucap Sigit di Mabes Polri, Jumat (30/9/2022).

Ketiga Kapolda yang terseret isu skenario Sambo yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Panca Putra, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

Ketiga diduga ikut membantu menyebarkan cerita pembunuhan Brigadir Yosua versi Sambo, dalang utama pembunuhan Brigadir J. Mereka diduga ikut menyebarkan informasi yang diskenariokan Ferdy Sambo di awal kasus, yaitu tembak menembak dan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J.

Kemudian perihal ‘Konsorsium 303’ yang juga diduga melibatkan Sambo, Sigit menyatakan kepolisian pada tahun ini terus memberantas segala bentuk perjudian.

“Kurang lebih ada 2.049 kasus (judi) yang terdiri dari 3.296 tersangka,” imbuh Sigit.

Konsorsium 303 jadi perbincangan publik. Gambar yang tersebar via pesan singkat atau yang diunggah di media sosial tersebut memunculkan nama-nama jenderal dan beberapa polisi pangkat lainnya yang berkelindan dalam dugaan bisnis perjudian.

Bahkan Ferdy Sambo diduga sebagai pemimpin konsorsium. Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kakorbinmas Baharkam Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, adalah sebagian nama jenderal yang tercantum dalam konsorsium tersebut.

Konsorsium 303 ini muncul ketika Polri mengusut kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

“Kalau memang ada keterlibatan anggota [polisi] di dalamnya, kami proses,” pungkas Sigit.

Sumber: tirto.id