SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun diketuai Golom Silitonga meringankan vonis terdakwa Bradly Yunanda Lubis (27) jadi 5 tahun penjara. Hal itu diketahui dalam persidangan yang digelar, Kamis (29/9/2022).

Sebelumnya, terdakwa dituntut jaksa selama 7 tahun penjara denda Rp 800 juta. Jika tak bayar denda diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Warga Jalan Sriwijaya Gang Negara Kelurahan Baru Kecamatan Siantar Utara itu terbukti memilki sabu 1,44 gram.

Dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Menurut majelis hakim dalam pertimbangannya, terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya sehingga hukumannya diringankan 2 tahun Dati tuntutan jaksa.

Selain itu, terdakwa Bradly juga didenda Rp.800 juta subsider 4 bulan penjara.

Berdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, terdakwa ditangkap polisi Paiduk Lumbanraja dkk pada Jumat 10 Juni 2022 pukul 23.00 Wib di Jalan Asahan KM 4 Nagori Siantar Estate.

Setelah mendengar informasi jika di Jalan Asahan tepatnya di gudang Jepara sering terjadi penyalahgunaan narkotika.

Lalu petugas melakukan pengintaian dan penggrebekan di gudang jepara tersebut. Polisi menemukan terdakwa bersama barang bukti dua paket sabu 1,44 gram.

Bersama barang bukti sabu tersebut, terdakwa diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Atas putusan tersebut, terdakwa didampingi pengacara Josia Manik menyatakan masih pikir-pikir. Demikian juga dengan jaksa.