MEDAN, HETANEWS.com - Empat sekawan kurir sabu yang mengaku jaringan internasional diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan dalam agenda keterangan terdakwa yang masing-masing menjadi saksi atas perkara mereka menjual sabu.

Keempat terdakwa itu bernama, Marwan, Sri Susanti, Putra Gunawan, dan Heriyanto. Salah seorang terdakwa bernama Marwan mengaku barang haram yang mereka dapat itu berasal dari luar negeri.

"Darimana kalian dapat barang itu," tanya hakim saat sidang di PN Medan, Rabu (28/9/2022).

"Dari orang suruhan si gemuk (DPO)," jawab Marwan.

"Dimana si gemuk itu,?" Tanya hakim lagi.

"Di luar negeri, Pak Hakim," jawabnya.

"Berarti kalian jaringan internasional dapat barangnya ?," tanya hakim kembali.

"Iya, Pak Hakim,"jawabnya.

Kemudian hakim bertanya kepada seorang terdakwa bernama Sri Susanti, saat itu hakim bertanya kepadanya mengenai sudah berapa kali mereka menjual narkotika.

Terdakwa Sri Susanti mengaku bahwa mereka sudah menjual sabu sebanyak empat kali, dan upah yang didapat untuk keperluan rumah tangga.

Sebelumnya, dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Fr Br Tarigan menuturkan. Bahwa terdakwa Marwan bersama Sri Susanti, Putra Gunawan, dan Heriyanto menjual narkotika jenis sabu seberat.

Narkoba yang didapat mereka sebelumnya seberat 13 Kg, yang didapat dari gemuk dan diserahkan ke Heriyanto, kemudian barang tersebut dibagikan kepada beberapa terdakwa untuk dijual.

Dan saat terdakwa Sri Susanti akan menjual narkoba seberat 6 Kg, petugas kepolisian berhasil mengamankannya. Kemudian setelah terdakwa ditangkap, petugas kepolisian melakukan pengembangan, lalu keempat terdakwa berhasil ditangkap dilokasi yang berbeda.

"Atas perbuatan mereka, disampaikan JPU, sebagimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana," beber JPU.

Sumber: detik.com