SIANTAR, HETANEWS.com - Kalangan Jurnalis, Pemuda dan Mahasiswa memperingati hari pengibaran bendera Merah Putih pertama di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun yang jatuh pada hari ini, Selasa (27/9/2022).

Peringatan ini pertama kali digelar, dengan cara sederhana, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan berpuisi.

Peristiwa bersejarah pengibaran bendera itu ditandai dengan sebuah prasasti yang ada di komplek gedung Tourist Information Center (TIC) Dinas Pariwisata di Jalan Merdeka, Kota Pematang Siantar Provinsi Sumut.

Prasasti itu dibuat pada 29 Januari 1996 oleh Tim Khusus Perencana/Pelaksana Pembangunan Tetengger di Kodya Tk II Pematang Siantar.

Dalam prasasti tertulis: Tanggal 27 September 1945 di sekitar ini terjadi peristiwa upacara penggerekan/pengibaran bendera merah putih yang pertama di Pematang Siantar/Simalungun oleh Pemuda-pemuda dan kekuatan rakyat Siantar/Simalungun.

Imran Nasution, selaku inisiator kegiatan ini mengatakan, peringatan pengibaran bendera merah putih pertama ini bagian dari sejarah yang tak terlupakan khususnya di Kota Pematang Siantar.

Sebab kata dia, kabar proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 kala itu belum sepenuhnya diketahui oleh warga Indonesia karena minimnya alat komunikasi.

Namun pada 27 September 1945 barulah bendera Merah Putih dikibarkan di Wilayah Siantar Simalungun oleh sekelompok pemuda dengan gagah berani.

"Waktu itu Belanda markasnya ada di Siantar Hotel, dan Tentara Rakyat saat itu ada di Balaikota. Waktu itu ada Anak Siantar bernama Ismail Situmorang dan Ricardo Siahaan berusaha menaikkan bendera. Datang Tentara KNIL ditembak mereka," kata Imran ditemui di lokasi Prasasti.

Peristiwa itu membuat dua orang pemuda itu gugur. Satu orang diantaranya meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.

Belakangan, nama Ricardo Siahaan dikenal sebagai nama salah salah satu Jalan di Kota Pematang Siantar.

"Ismail Siregar gugur di lokasi ini. Ricardo Siahaan meninggal di Rumah Sakit Tentara. Waktu itu bendera terus berkibar. Untuk mengenang jasa jasa mereka, dibangun lah prasasti ini," ucapnya.

Jurnalis senior di salah satu Harian Cetak terbitan Kota Pematang Siantar ini mengatakan, kegiatan ini sekaligus mengingatkan kepada genarasi muda tentang sejarah yang pernah terjadi di Kota Pematang Siantar.

"Tapi sejak prasasti ini ada, orang orang kayaknya gak pernah peduli apa yang terjadi disini," sebutnya.

Mahadi Dedi Sitanggang, salah seorang Jurnalis di Kota Pematang Siantar menambahkan, kegiatan ini sekaligus mengingatkan masyarakat khususnya kalangan wartawan agar tak lupa sejarah.

Menurutnya, tak banyak wartawan di Siantar Simalungun yang tahu sejarah pengibaran bendera pertama itu. Ia pun berharap, sebagai pemberi kabar, awak media ikut mengabarkan sejarah yang pernah terjadi di Kota Pematang Siantar itu.

"Jangan pernah melupakan sejarah. Apalagi dimana kita berpijak saat ini," tuturnya.

Dalam acara peringatan ini, tak sedikit Mahasiswa maupun pemuda yang baru mengetahui prasasti penggerekan bendera Merah Putih pertama itu dibangun. Salah satu diantara mereka Edis Galingging.

Edis berharap, kedepan upacara peringatan pengibaran bendera seperti ini dilakukan setiap tahun agar masyarakat luas mengetahui peristiwa sejarah dan penggambarannya.

"Kalau bisa tahun depan Pemerintah Kota Siantar ini dapat menggelar hari peringatan pengibaran bendera pertama dengan acara seperti teaterikal atau upacara khusus," ujar Ketua PMKRI Kota Pematang Siantar ini.