HETANEWS.com - DPRD Sumut bakal memanggil pihak PT SMGP di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Hal ini untuk mempertanyakan dugaan kebocoran gas yang membuat warga keracunan.

"Kami akan segera memanggil SMGP untuk mempertanyakan tentang penyebab peristiwa itu terjadi," kata Wakil Ketua DPRD Sumut Harus Mustafa Nasution kepada detikSumut, Rabu (28/9/2022).

Harun mengatakan dirinya menyesalkan kembali terjadinya dugaan kebocoran gas yang menyebabkan warga keracunan. Dia berharap hal ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah.

"Harus diperhatikan serius oleh pemerintah khususnya pemerintah pusat yang memberikan izin terhadap operasional dari SMGP ini. Karena hal ini sudah berulang kali terjadi," sebut Harun.

Dia pun mengaku heran aktivitas di SMGP ini membuat warga berulang kali keracunan. Dia pun membandingkan SMGP dengan perusahaan geothermal lain di Indonesia.

"Kalau kita lihat perusahaan geothermal bukan hanya di Madina saja di Indonesia, tapi yang di Madina ini sudah beberapa kali membuat masyarakat keracunan. Pemerintah harus meninjau apakah di SMGP ini peralatannya yang tidak memadai atau teknisinya yang kurang kompeten," ucap Harun.

"Kalau memang ada sisi yang tidak kompeten baik itu mesin atau teknisi dari SMGP ini, maka sudah bisa ditinjau ulang soal izinnya oleh pemerintah pusat," sambungnya.

Harun mengatakan investasi di bidang energi memang penting. Namun, kata Harun, jauh lebih penting keselamatan warga di Madina.

"Yang kita lihat ini, warga di sekitar lokasi berulang kali keracunan. Semua ini akan menjadi catatan kita ketika nantinya memanggil pihak SMGP," jelasnya.

Untuk diketahui, Harun merupakan anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Sumut 7 yang menaungi salah satunya wilayah Kabupaten Madina.

Sebelumnya diberitakan, warga di Madina dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan gas dari PT SMGP. Polisi mengatakan ada sekitar 79 warga yang dilarikan ke rumah sakit.

"Data sementara masyarakat Desa Sibanggor Julu dan Desa Sibanggor Tonga yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan dan Rumah Sakit Permata Madina dengan jumlah keseluruhan sebanyak 79 orang," kata Kapolres Madina AKBP Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, Rabu (28/9).