HETANEWS.com - Lapas Kelas IIA Pematang Siantar masih saja tidak ada mengalami perubahan, pasalnya Lapas yang hingga sekarang tidak mempunyai pimpinan membuat Lapas tak terkontrol.

Apalagi Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dipimpin Raymond, permainan didalam Lapas diduga semakin menjadi-jadi, salah satunya parengkol (penipuan online) yang dikendalikan dari dalam lapas itu sendiri.

Dalam hal ini salah satu pengamat hukum Saddan Sitorus ketika diminta tanggapannya mengenai adanya dugaan permainan penipuan online, dirinya mengatakan kalau napi seharusnya dilakukan pembinaan.

"Seharusnya napi itu dilakukan pembinaan, sehingga pada saat keluar napi ini tidak melakukan kejahatan lagi. Tapi kalau seperti itu (melakukan kejahatan) dari dalam lapas, begitu narapidana itu keluar dari dalam lapas mereka bisa saja menjadi sangar dan tidak ada menyesali perbuatannya," ucap Saddan dihubungi via telefon, Rabu (28/9/2022).

Dirinya juga menerangkan untuk KPLP dan juga Kalapas jika tidak mampu membuat perubahan di dalam lapas tersebut, seharusnya mereka mengundurkan diri dari jabatan mereka.

"Kalau memang tidak bisa membuat perubahan didalam lapas buat aja surat tertulis untuk melakukan pengunduran diri ke kemenkunham," terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, seharusnya Kemenkumham melakukan pengecekan ke Lapas Kelas IIA Pematang Siantar bukan cuman menerima laporan selembar kertas saja.