JAKARTA, HETANEWS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi SDN 08 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang baru selesai direhabilitasi total untuk menjadi gedung net zero emission atau netralitas karbon. Kunjungan Anies ini dinanti oleh para siswa dan guru yang ada di sekolah.

Saat berkeliling sekolah yang mulai direhabilitasi pada tahun 2021 itu, ada dua bocah SD yang dengan tenangnya menunggu Anies. Keduanya bernama Riza Fajar Maldini dan Faeyza Gibran R. P.

Pantauan Suara.com, Gibran dan Riza juga ditemani oleh temannya bernama Awal. Ketiganya ingin menemui Anies sambil membawa cinderamata berupa minuman khas Betawi, bir pletok.

Saat ditanya, ketiganya memang berniat memberikan bir pletok itu kepada Anies. Minuman itu dibungkus plastik dengan ikat warna perak.

"Iya ini buat pak Anies," jawabnya sambil malu-malu.

Saat ditunggu tiga bocah ini, Anies sedang mengunjungi perpustakaan sekolah. Gibran, Riza, dan Awal dengan tenang menanti Anies keluar.

Namun, ketika sedang menunggu ikat bungkusan bir pletok milik Gibran copot. Salah seorang guru pun datang untuk memperbaikinya.

"Ini copot ya, sini diiketin dulu," kata guru itu.

Ditanya siapa yang membuat bir pletok itu, ketiganya hanya diam sambil malu-malu tak menjawab.

Setelah lama ditunggu tak keluar, Riza malah mendadak menghilang. Ketiganya memang menarik perhatian para staf Anies dan guru.

Gibran lantas mencoba mencari Riza yang sudah pergi. Akhirnya tak diketahui apakah bir pletok itu jadi diberikan ke Anies atau tidak.

Sekolah Berkonsep Net Zero Carbon

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi sekolah berkonsep net zero carbon atau netralitas karbon di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ragunan 08, Jalan Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2022). Sekolah ini baru selesai direhabilitasi total hingga menjadi bangunan ramah lingkungan.

Kedatangan Anies sudah dinanti para siswa SD yang menunggu di halaman sekolah. Begitu Anies tiba pada pukul 07.00 WIB, para bocah ini langsung histeris menyambut kedatangan orang nomor satu di Jakarta itu.

"Pak Anies, pak Anies," teriak para siswa SD dari segala penjuru gedung sekolah.

Anies terlihat menyalami beberapa siswa yang menghampirinya. Setelah itu, Anies juga menerima bunga dari dua siswa berkebutuhan khusus di sekolah ini.

"Selamat datang pak Anies," kata siswa itu sambil membawa bunga yang juga dihias dengan kertas seperti surat.

Dalam sambutannya, Anies mengaku senang akhirnya rehabilitasi total sekolah berkonsep net zero emission selesai dilakukan. Apalagi, bangunan sekolah ramah lingkungan ini menjadi yang pertama kali di Indonesia.

"Hari ini Kita turut menjadi saksi peristiwa bersejarah. tadi sudah diungkapkan bahwa hari ini kita di Jakarta resmi menjadi tempat pertama sekolah negeri memiliki net zero school, sekolah dengan konsep green building," kata Anies.

Anies mengatakan, kebanyakan gedung sekolah di Jakarta merupakan bangunan lama. Padahal, siswanya kebanyakan adalah anak yang lahir di zaman modern.

"Ini memang yang kita hadapi di dunia pendidikan anak anaknya abad 21,gurunya abad 20 bangunannya abad 19. itulah yang terjadi di sekolah-sekolah," ucapnya.

Karena itu, dengan adanya sekolah berkonsep net zero emission ini, maka sekolah di Jakarta sudah mulai mengikuti perkembangan zaman. Rencananya, akan ada lagi rehabilitasi sekolah dengan desain ini ke depannya di ibu kota.

"Kita berharap semua sekolah di Jakarta hari ini mulai dengan empat sekolah nantinya semua sekolah di Jakarta adalah sekolah berkonsep green building dengan rancangan abad 21. Itu harapan kita," ucapnya.

Kedatangannya ini juga sekaligus meresmikan empat sekolah berkonsep net zero carbon di Jakarta. Di antaranya adalah SDN Duren Sawit 14, Jakarta Timur; SDN Grogol Selatan Jakarta Selatan; SDN Ragunan 08 Pagi, 09 Pagi, dan 11 Petang, Jakarta Selatan; serta SMAN 96 Jakarta.

"Dengan mengucap Bismillahirahmanir rahim pada hari ini Rabu 28 September 2022 sekolah dasar Negeri Ragunan 08, SDN Grogol Selatan 09,SDN Duren Sawit 14 dan SMA Negeri 96 Jakarta dengan ini secara resmi digunakan," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan revitalisasi dengan konsep zero net carbon atau netralitas karbon pada empat sekolah. Bangunan yang diperbaiki itu nantinya dijamin akan ramah lingkungan

Hal ini diketahui melalui akun Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta. Empat sekolah itu di antaranya adalah SDN Duren Sawit 14, Jakarta Timur; SDN Grogol Selatan Jakarta Selatan; SDN Ragunan 08 Pagi, 09 Pagi, dan 11 Petang, Jakarta Selatan; serta SMAN 96 Jakarta.

Proyek ini disebut bertujuan menjadikan sekolah sebagai pioner untuk menggerakkan bangunan rendah emisi. Sehingga, ini akan menjadi contoh bangunan masa depan untuk generasi muda.

"Bangunan sekolah sebagai sumber pendidikan dan ilmu pengetahuan menjadi pioner gerakan besar menuju bangunan rendah emisi. Hal inilah yang tengah diupayakan Pemprov DKI Jakarta melalui Disdik DKI dengan merevitalisasi 4 bangunan sekolah," tulis akun dkijakarta, Selasa (27/9/2022).

Dengan konsep net zero carbon ini, bahkan biaya operasional gedung juga bisa dihemat. Sebab, kebutuhan energinya akan dipasok dari energi terbarukan yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah.

Selain itu, kebijakan ini dibuat karena mengingat perlunya bangunan sehat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini bisa menjadi upaya preventif dan mitigasi penyebaran COVID-19, terutama kluster-kluster perkantoran, kluster keluarga, kluster pemukiman, atau kluster dalam bangunan (indoor).

"Pencegahan melalui perubahan bangunan dan lingkungan menjadi tempat yang aman dan sehat," tulisnya.

Kebijakan lainnya, Pemprov DKI juga berencana melakukan rehabilitasi pada gedung sekolah negeri di Jakarta secara keseluruhan mengarah ke konsep green building, mulai dari transisi energi hingga pengelolaan air limbah.