SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Safrizal (20) bertempat tinggal di Jalan Musa Sinaga dan juga di Bah Joga Kecamatan Jawa Maraja Simalungun disidangkan karena mengedarkan ataupun menggunakan uang palsu.

Dalam persidangan, Rabu (28/9/2022) terdakwa mengakui sudah menggunakan uang palsu untuk membeli minyak sepeda motor dan juga membeli rokok dengan pecahan 100 ribu.

Pada tanggal 17 Mei, 18 Mei, pada 21 Mei dan pada Senin, 23 Mei 2022 terdakwa diamankan penjual dari Pasar Malam di Lapangan Bola Kaki Rambung Merah.

Terdakwa juga mengakui jika ia mengetahui bahwa uang yang digunakannya itu adalah palsu.

"Waktu di Pasar Malam beli gelang untuk main uang asli dan sudah habis Rp.33 ribu. Lalu beli lagi pakai uang palsu dan ditangkap untuk selanjutnya diserahkan ke polisi," kata terdakwa.

Barang bukti yang disita berupa pecahan 100 ribu, pecahan 50 ribu dan pecahan 20 Ribu palsu, sejumlah Rp.3.800.000.-

Persidangan dipimpin hakim Nurnaningsih Amriani dalam sidang siang itu mendengar keterangan saksi Eka Srianda. Pada pokoknya membenarkan jika ia menerima uang palsu dari terdakwa sebagai pembeli.

Sedangkan keterangan saksi ahli Bobby Chandra Manik Dati Bank Indonesia dibacakan oleh jaksa Juna KaroKaro. Dijelaskan ahli yang telah diambil sumpahnya membenarkan jika pecahan 100 ribu, 50 ribu dan 20 ribu yang diperlihatkan kepadanya benar uang palsu yang bukan dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Majelis hakim juga memperlihatkan barang bukti dalam persidangan kepada terdakwa dan membenarkannya.

Jaksa penuntut umum menjerat terdakwa dengan pasal 36 ayat (1) atau ayat (2) dan ayat (3) UU No 7 tahun 2011 tentang nata uang.

"Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun, atau denda Rp 10 Miliar" kata Juna.

Persidangan dinyatakan ditunda hingga Rabu (5/9/2022) untuk mendengarkan tuntutan jaksa.