JAKARTA, HETANEWS.com - Isu terkait Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut sebagai anak emas atau golden boy Amerika Serikat tengah ramai diperbincangkan. Pernyataan itu dibantah Partai Demokrat.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan SBY pro terhadap Indonesia. Menurut dia, SBY sebagai Presiden keenam Indonesia tidak memihak ke negara mana pun, terutama Tiongkok atau Amerika Serikat.

“Kami sendiri dibilang Pro Amerika, tentu tidak?! Dibilang Pro-China juga tidak! SBY ini Pro Indonesia, Ibas ini Pro Indonesia, Partai Demokrat Pro Indonesia,” kata Ibas melalui keterangan tertulis, Selasa, 27 September 2022.

Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu menyampaikan SBY tidak memihak terhadap salah satu pihak. SBY menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Hal itu terlihat dari rekam jejak SBY berkunjung ke Negeri Paman Sam tersebut. Di sisi lain, SBY mengundang investor China hadir ke Indonesia.

"Begitu pun beliau sempat berkunjung ke China, dan hubungannya sangat baik,” ungkap dia.

Dia menyampaikan hubungan baik Indonesia dengan Amerika, Tiongkok, maupun negara besar lainnya semata untuk kepentingan Indonesia. Yakni, memanfaatkan negara asing untuk memberikan keuntungan atau manfaat yang sebesar-besarnya bagi Indonesia.

"Indonesia harus jadi juara di negeri sendiri, tapi juga harus bersemi di dunia internasional,” sebut dia.

Dengan berbagai fakta tersebut, maka tak cocok jika SBY disebut golden boy Amerika. Sebaliknya, SBY justru disebut golden boy Indonesia.

Dia pun berharap Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang melahirkan golden boy Indonesia selanjutnya. Sehingga, pemimpin selanjutnya mampu membawa kebaikan bagi Indonesia ke depan.

"Kepemimpinannya sepenuhnya untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia berkeadilan sosial tapi di lain sisi juga tetap eksis, aktif, produktif dalam pergaulan tingkat dunia,” ujar dia.

Sumber: medcom.id