Simalungun, HETANEWS.com - Jaksa Barry Sihombing menuntut terdakwa Bradly Yunanda Lubis (27)selama 7 tahun penjara denda Rp 800 juta. Jika tak bayar denda diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Warga Jalan Sriwijaya Gang Negara Kelurahan Baru Kecamatan Siantar Utara itu terbukti memilki sabu 1,44 gram.

Terdakwa didampingi pengacara Josia Manik dari Posbakum, dalam sidang Selasa (27/9/2022) memohon kepada hakim agar diputus dengan hukuman yang seringan-ringannya.

"Saya menyesal yang mulia, saya menyesal mohon berikan saya hukuman yang seringan-ringannya," kata terdakwa yang disidangkan melalui daring.

Menurut jaksa penuntut umum, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI no 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menguasai narkotika golongan I bukan tanaman. Ancaman hukuman pasal tersebut paling lama 12 tahun bui.

Faktanya kata jaksa, terdakwa ditangkap polisi Paiduk Lumbanraja dkk pada Jumat 10 Juni 2022 pukul 23.00 Wib di Jalan Asahan KM 4 Nagori Siantar Estate. Setelah mendengar informasi jika di Jalan Asahan tepatnya di gudang Jepara sering terjadi penyalahgunaan narkotika.

Setelah melakukan pengintaian dan penggrebekan di gudang jepara tersebut, polisi menemukan terdakwa bersama barang bukti dua paket sabu 1,44 gram. Bersama barang bukti sabu tersebut, terdakwa diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk pembacaan vonis, persidangan dipimpin hakim Golom Silitonga dengan Yudi Dharma dan Widiastuti masing masing sebagai hakim anggota dinyatakan ditunda hingga Kamis (29/9) mendatang.