PAPUA,HETANEWS.com-Masyarakat mengeluhkan BBM jenis Pertalite yang dirasa lebih boros setelah harga BBM Ron 90 ini mengalami kenaikan, dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Menurut banyak pengendara, Pertalite saat ini dirasa lebih cepat habis dibandingkan sebelumnya, meskipun pemakaian sama.

Pengamat energi serta mantan Anggota Komisi VII Bidang Pertambangan dan Energi DPR RI 2014-2019, Kurtubi, mengatakan hal ini merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Menurutnya, ada kemungkinan kualitas dari Pertalite itu menurun.

“Kok bisa cepat habis? Ini masalah cukup serius menurut saya. Ini mesti direspons pemerintah, kasih saran tindak yang sebaiknya dilakukan. Menurut saya ada dua kemungkinan, kualitas [Pertalite] menurun atau sengaja diturunkan, dugaan saya itu kemungkinan ada pelemahan kualitas. Sebelumnya tidak ada seperti ini, jadi harus diperiksa, kata Kurtubi pada kumparan, Senin (26/9)

Kurtubi menyarankan pemerintah untuk melakukan penelitian mendalam untuk menyelesaikan permasalahan BBM jenis RON 90 ini. Setelahnya, Pertamina dapat melakukan sosialisasi untuk menjawab keluhan masyarakat.

Merespons kritikan masyarakat, Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, membantah adanya perubahan kualitas BBM Pertalite. Ia menegaskan bahwa kualitas BBM tersebut satu standar di seluruh SPBU.

“Itu isu aja. Kemarin di tiktok itu, ngeluh kurang, tapi tidak tahu kapan belinya, terus tiba-tiba beli di operator lain,” ujarnya saat ditemui di ICE BSD, Senin (26/9).

Sebelumnya, PT Pertamina Niaga memastikan kualitas BBM jenis Pertalite tidak berubah. Niaga Irto Ginting, Sekretaris Perusahaan Pertamina, menyampaikan bahwa seluruh pertalite dari lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan DIrjen Migas Nomor 0486.K/10 DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan dalam Negeri.

"Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP). Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),” kata Irto dalam keterangan tertulis, Rabu (21/9).

Pertamina menjamin seluruh produk BBM yang disalurkan melalui lembaga penyalur resmi seperti SPBU dan Pertashop sesuai dengan spesifikasi dan melalui pengawasan kualitas yang ketat. Sedangkan produk BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan tidak akan disalurkan ke masyarakat.