HETANEWS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan bahwa Covid-19 masih menjadi ancaman. Namun kabar baiknya, penanganan pasien di rumah sakit untuk pasien Covid-19 terbilang rendah karena masyarakat sudah bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Jika rumah sakit sepi meski kasusnya turun naik, Covid-19 ini akan dirasakan seperti virus flu biasa yang bisa tertangani dengan cukup istirahat secara mandiri," kata Ridwan Kamil, Selasa (27/9).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah mendistribusikan vaksin Covid-19 dari dosis I hingga IV dengan total 83 juta dosis. Capaian realisasinya diklaim tertinggi secara nasional.

Diketahui total sasaran warga Jabar yang berhak menerima vaksin totalnya sebanyak 42,6 juta jiwa.

Mengutip data terakhir per 25 September 2022, total warga yang sudah menerima vaksin dosis I sebanyak 36,9 juta jiwa atau realisasinya sudah 86,76 persen.

Lalu dosis II sudah diberikan kepada 31,8 juta jiwa atau 74,72 persen. Sedangkan dosis III sudah disuntikkan kepada 15 juta jiwa atau 35,31 persen. Kemudian dosis IV sudah diterima oleh 63 ribu jiwa atau realisasinya sebesar 35,11 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar, Nina Susana Dewi, mengatakan angka realisasi yang tinggi itu tidak terlepas dari peran banyak pihak.

"Instruksi pertama dari Gubernur tentunya harus kerja sama dengan banyak pihak, dengan pemerintah daerah maupun swasta. Kemudian dilanjut dengan dukungan Forkopimda hingga sampai organisasi perangkat daerah sampai ke bawah menggencarkan gerakan vaksinasi," pungkasnya.