JAKARTA, HETANEWS.com - Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka mengakui menerima banyak kritikan dari pengamat politik Rocky Gerung saat bertamu ke rumahnya beberapa waktu lalu.

"Kritikan banyak, akeh (banyak) banget, terkait Bapak (Presiden Joko Widodo) ada, saya sendiri ada, yang lain-lain ada. Otak kosong, dungu, dan lain-lain, dibahas semua," kata Gibran di Surakarta, Senin.

Meski mendapat banyak kritikan dari Rocky Gerung, Gibran mengatakan hal itu cukup rasional dan realistis. Bahkan, dia mengaku ingin banyak belajar dari Rocky.

"Orangnya itu jenius, kritikannya fair. Saya banyak belajar dari beliau, masukannya apa, saya salah apa. Banyak masukan bagus kok," tambahnya.

Dia mengatakan selama ini dia cukup mengikuti kritikan yang disampaikan oleh Rocky kepadanya.

"Ya bagus to. Makanya, daripada ngritik (mengkritik) dari jauh, mending saya datang langsung. Pak, kritik saya dong, langsung face to face (berhadapan), begitu kan enak," katanya.

Dia juga mengaku tidak ada tujuan khusus dari pertemuan di rumah Rocky Gerung di Sentul, Jawa Barat, tersebut.

"Nggak ada tujuan biar dia mlempem atau apa. Silakan, lebih galak lebih bagus," imbuhnya.

Sementara itu, beberapa hal yang mereka bahas dalam pertemuan tersebut antara lain terkait teknologi, genom manusia, dan pergerakan sosial.

"Terkait teknologi, ya Solo kan nggak punya lahan pertanian, perikanan," ujar Gibran.

Rocky Gerung sebelumnya mengungkapkan Gibran kala itu datang untuk berbincang mengenai keadaan Indonesia dari berbagai sisi, termasuk politik hingga ekonomi. Rocky juga menegaskan obrolan tersebut membahas situasi negara yang tidak baik-baik saja.

"Kita bicara tentang apa sebetulnya yang bisa kita ucapkan kepada publik sehingga publik mengerti bahwa Indonesia itu ada di dalam kondisi yang tidak baik-baik saja," katanya dalam wawancara di YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (24/9).

"Jadi saya bilang kalau mau bicara tentang Indonesia yang baik-baik saja, bukan di sini tempatnya. Di sini tempat orang bicara keadaan Indonesia yang tidak baik dari segi ekonomi, dari segi politik dan segala macam," lanjutnya.

Rocky kemudian mengatakan obrolan yang berlangsung hingga dua jam itu juga membahas Presiden Jokowi. Salah satunya mengkritik isu tiga periode yang mencuat menjelang masa Pilpres 2024.

Perbincangan lalu berlanjut ke persoalan partai politik di Indonesia, termasuk membahas seberapa jauh partai politik telah menjalankan fungsinya di tengah masyarakat.

Sumber: cnnindonesia.com