HETANEWS.com - Polda Sumut kembali menyita aset milik bos judi online bernama Apin BK yang terletak di Kompleks Cemara Asri, Sumut. Aset itu berupa warung bernama Warna Warni.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, penyitaan dilakukan dengan memasang plang di depan warung tersebut. Ini sesuai dengan surat penetapan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor: 1525/PEN.PID/2022/PN LBP Tanggal 20 September 2022.

"Penyitaan aset milik Apin BK merupakan bagian dari penyidikan yang dilakukan Dit Reskrimsus Polda Sumut," kata Hadi Wahyudi.

Hadi menyebut, dalam kasus judi online, Apin BK juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Meski berstatus tersangka, Apin tak ditahan lantaran telah kabur ke Singapura.

"PPATK mempunyai tugas mencegah dan memberantas tindak pidana Pencucian Uang. Nantinya akan menelusuri aliran dana judi milik tersangka APK," ujarnya.

Polda Sumut, lanjut Wahyudi, akan berkomitmen untuk memburu Apin. Salah satu upaya yang dilakukan yang dengan mengajukan Red Notice ke Divhubinter Mabes Polri.

"Red Notice yang diajukan merupakan permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buronan atas suatu tindak kejahatan yang kabur ke luar negeri," pungkasnya.