IANTAR, HETANEWS.com - Dua supir Angkutan kota Sinar Siantar (SS) Dodi Afandi Simatupang alias Pak Refi (35) warga jalan Nagur Gang Mesjid Siantar Martoba dan Irwanto alias Raya (48) warga SM Raja Siantar masing masing dihukum 3 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani.

Putusan hakim Irwansyah P Sitorus yang dibacakan dalam sidang Senin (26/9/2022) konform (sama) dengan tuntutan jaksa.

Majelis hakim Irwansyah P Sitorus, Rahmat Hasibuan dan Vivi Siregar sependapat dengan jaksa Heri Santoso. Menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI no 35/2009 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, kedua terdakwa sejak ditangkap dilakukan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Siantar, tanpa ada rekomendasi atau persetujuan TAT (Tim Asassemen Terpadu), termasuk Kejaksaan.

Hingga akhirnya Jaksa melakukan penahanan sejak tanggal 7 Juli 2022 hingga perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Kini kedua terdakwa ditahan di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

Berdasarkan fakta persidangan, keduanya ditangkap dari dalam angkot Sinar Siantar BK 1755 WG di jalan Langkat pada Selasa, 12 April 2022.

Saat ditangkap oleh Herman Isodorus dan Sutardi Damanik (petugas BNNK Siantar) ditemukan sepaket sabu seberat 0,08 gram dan kaca pirex yang sudah dibakar.

Sabu tersebut diakui dibeli secara patungan dari seseorang di jalan Bajigur seharga Rp 100 ribu. Keduanya dijerat jaksa Heri Santoso dengan pasal 112 atau kedua melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI no 35/2009 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Dalam persidangan, para terdakwa didampingi pengacara Erwin Purba dari Posbakum PN Siantar menyatakan menerima putusan tersebut.