MEDAN, HETANEWS.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Terminal Tipe A Amplas.

Peninjauan ini untuk melihat progres dari revitalisasi yang tengah dilakukan. Terminal ini memiliki total lahan seluas 20.162 meter. Wali Kota Medan Bobby Nasution berharap Terminal A Amplas dapat beroperasi tahun ini.

"Revitalisasi direncanakan rampung pada November 2022 dan dioperasikan di Desember," kata Bobby melansir Antara, Minggu (25/9/2022).

Pihaknya mengapresiasi Kementerian Perhubungan karena telah membangun Terminal Amplas. Sehingga nantinya bisa digunakan secara maksimal dan efektif oleh masyarakat Kota Medan.

Namun demikian, Bobby mengaku masih banyak pekerjaan rumah harus diselesaikan. Di antaranya memindahkan seluruh operator angkutan perkotaan, dan angkutan antar kota antar provinsi ke dalam terminal.

"Fasilitas terminal ini sangat lengkap, seperti ruang operator, tempat pemberhentian, tempat kumpul, bengkel dan fasilitas lainnya bagi masyarakat Kota Medan sebagai pengguna angkutan umun," katanya.

Diketahui, revitalisasi Terminal Tipe A Amplas menelan dana Rp 45 miliar melalui tiga tahap pembangunan sejak 2020 hingga 2022 mengacu Permenhub No.132/2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan.

"Terminal ini seperti bandara bertaraf internasional. Selain itu, dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat UMKM. Mudah-mudahan terminal ini menjadi tempat yang lebih baik," ungkap Bobby.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi Pemkot Medan yang telah membantu Kementerian Perhubungan dalam merealisasikan proyek terminal seperti bandar udara.

Baca Juga:Jelang Puala Dunia U-20, Perawatan Rumput Stadion GBT Dioptimalkan Lagi Sesuai Standart Sepakbola

"Terminal ini dibangun seperti bandara internasional. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjadikan Terminal Amplas pusat lintasan antar moda transportasi yang efektif," jelasnya.

"Kita tahu di luar macet dan penumpang dirugikan, karena harus berlari-lari. Kalau di sini (terminal) bisa dibayangkan, di depan untuk angkutan dalam kota dan di belakang untuk luar kota," katanya.