HETANEWS.com - Pengacara Hotman Paris mendatangkan keluarga korban pemerkosaan dan penganiayaan anak di Manado, Sulawesi Utara, dalam acara 'Hotman 911' yang digelar di W Superclub Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (24/9).

Usai ibu korban, Heidy Said (34), menceritakan kasus yang merenggut nyawa putrinya tersebut, Hotman lalu menyampaikan 3 poin kejanggalan terkait kasus ini.

Hotman menyampaikan dari keterangan Heidy, terdapat luka pada kelamin korban. Hal itu juga diperkuat dengan keterangan dokter yang menyebutkan adanya kekerasan pada alat kelamin putrinya.

"Pertama, semua mengakui bahwa memang ada kerusakan kelamin," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (24/9).

Selanjutnya, Hotman mengatakan, selama perawatan intensif di rumah sakit Teling Manado, korban mendapat perawatan terkait pendarahan otak. Dia menduga terdapat luka serius pada kepala korban.

Ilustrasi Pemerkosaan. Foto: Shutterstock

"Kedua, selama sebulan dirawat karena kerusakan otak dan obatnya pun dikasih obat kerusakan otak," ucap dia.

Terakhir, Hotman merasa janggal ketika pihak Polda Sulut dalam jumpa persnya menyatakan korban meninggal akibat mempunyai penyakit leukimia. Oleh karena itu, Hotman meminta polisi segera melakukan penyidikan ulang terkait kasus pemerkosaan anak ini.

"Yang ketiga, kenapa tiba-tiba yang diumumkan leukimia sesudah meninggal. Jadi ada sesuatu yang harus dipertanyakan," kata Hotman.

"Kita mengimbau agar diadakan penyidikan ulang karena sampai sekarang belum ada tersangka," lanjut dia.

Heidy Said, ibu korban pemerkosaan anaknya asal Manado, Sulawesi Utara, hadir di acara Hotman 911 di W Superclub Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (24/9/2022). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Sebelumnya, Heidy Said (34), wanita asal Manado, ibu dari bocah yang menjadi korban perkosaan, kembali mengadu pada pengacara Hotman Paris.Ia berharap pelaku pemerkosaan dan penganiayaan terhadap putrinya itu segera terungkap.

Dalam kesempatan ini, Heidy meyakini kematian putrinya akibat pemerkosaan dan penganiayaan. Anaknya tersebut sempat mendapatkan perawatan di RS Eling Manado selama hampir sebulan pada 28 Desember 2021 hingga 24 Januari 2022, hingga akhirnya meninggal dunia.

"Semula saya kira anak saya menstruasi karena keluar darah dari vagina waktu umur 10 tahun. Karena berlebihan darahnya, jadi saya curiga, saya bawa ke rumah sakit. Pihak rumah sakit mengatakan ada sobekan di selaput dara dan ada beberapa memar di bagian tubuh," ujar Heidy.

Sumber: kumparan.com