HETANEWS.com - Polisi meringkus seorang perampok di toko ponsel di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Pelaku bernama Abdul Rohim. Namun saat akan ditangkap, ia sempat mengancam akan bunuh diri menggunakan parang.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki mengatakan, pencurian terjadi di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Minggu (18/9) sekitar pukul 09.30 WIB di toko Ponsel 168.

Awalnya pelaku memantau toko ponsel tersebut. Setelah dipastikan sepi, pelaku masuk ke dalam toko dengan cara menarik paksa pintu.

“Pelaku (kemudian) mengambil handphone android sebanyak 3 unit dari atas meja toko, selanjutnya pelaku membuka laci meja toko dan mengambil uang tunai sekitar Rp37 juta,” kata Marzuki.

Aksi pelaku dipergoki salah seorang pegawai toko yang hendak masuk ke dalam.

“Merasa aksinya ketahuan oleh pegawai toko pelaku langsung mengancam, dengan cara mengacungkan sebilah pisau egrek dengan tujuan menakut-nakuti pegawai toko dan supaya pegawai toko tersebut, diam saja dan jangan menjerit,” ujar Rusdi.

Setelah pegawai toko lengah, pelaku langsung melarikan diri. Selanjutnya pemilik toko berinisial W melaporkan kejadian ini ke polisi. Korban mengaku mengalami kerugian total sekitar Rp 50 juta.

Menerima laporan korban, polisi bergerak cepat. Tidak lebih dari 10 jam pelaku diringkus. Namun saat menangkap pelaku, petugas sempat mendapatkan perlawanan. Pelaku mengancam petugas dengan senjata tajam berupa pisau egrek dan belati.

“Pelaku tidak mau menyerahkan diri dan tetap mengancam petugas dan mengancam akan bunuh diri apabila ditangkap oleh petugas," ucap Rusdi.

Setelah melakukan negosiasi selama 3 jam pelaku akhirnya dibekuk dengan selamat tanpa mengalami cidera.

“Pelaku dan barang bukti (kemudian) diboyong ke Mapolres Labuhanbatu untuk diproses lanjut,” kata Rusdi.

Pelaku ternyata merupakan residivis kasus serupa dan sudah 2 kali keluar masuk penjara. Kata Rusdi dalam kasus ini, pelaku akan di proses dalam 3 perkara sekaligus.

“Di mana sebelum tertangkap pelaku sudah dilaporkan ke Polres Labuhanbatu yaitu perkara pengancaman dan pencurian,” kata Rusdi

“Tersangka juga dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun. Pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun dan 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun,” tutup Rusdi.