HUMBAHAS, HETANEWS.com - Dengan mengangkat slogan "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu". Bawaslu dan KPU Kabupaten Humbang Hasundutan menyelenggarakan Sosialisasi pengawasan partisipatif dalam rangka menyongsong pemilu serentak tahun 2024 nanti, di Hotel Martin Anugerah, Jum'at (23/09/2022).

Pendidikan politik terus digaungkan oleh Bawaslu dan KPU Kabupaten Humbang Hasundutan kepada masyarakat, untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai persoalan politik. Kegiatan sosialisasi tersebut diinisiasi oleh Bawaslu Kabupaten Humbahas.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Humbahas Henry W Pasaribu selaku Narasumber dari lembaga pengawas ini didampingi Efrida Purba sebagai Koordinator Divisi Organisasi Bidang Sumber Daya Manusia, Dewanto Hutasoit menjabat sebagai Staf Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Jahormat Lumbantoruan sebagai Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga dan Julianto Silaban merupakan Staf Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga.

Dalam sambutannya, Henry W Pasaribu menekankan pentingnya partisipasi dan inisiatif masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu untuk mewujudkan pemilu yang bersih, transparan, dan berintegritas dari sisi penyelenggara dan penyelenggaraannya.

Sosialisai itu juga diikuti berbagai kalangan seperti Guru, Pelajar, Organisasi, Pemuda dan pegiat sanggar Budaya, Mahasiswa, STIKES, ASN, Karangtaruna dan beberapa jurnalis.

Efrida Purba juga menyampaikan bahwa Bawaslu memiliki peran strategis dan menjadi kunci atas berlangsungnya pengawas pemilu yang berintegritas, maka terhadap kegiatan yang dilaksanakan ini, Bawaslu Kabupaten Humbahas mengapresiasi serta menaruh harapan bahwa ini merupakan upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat secara luas mengenai pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawal setiap momentum pesta demokrasi.

Selanjutnya, Dewanto Hutasoit turut menyampaikan pemaparannya dalam kegiatan yang dimaksud

“Kegiatan seperti ini sebaiknya sering dilaksanakan sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dalam pengetahuan kepemiluan”, paparnya.

Memasuki sesi kedua kegiatan sosialisasi itu, Henry W Pasaribu turut menggelorakan semangat pengawasan partisipatif.

"Karena kita tahu bahwa mayoritas pemilih itu banyak berpartisifasi menggunakan hak pilihannya, hak konstitusionalnya relatif, partisipasi publik itu terbatas padahal tentu pemilu bukan hanya tahapan pemungutan penghitungan suara akan tetapi di semua tahapan itu penting perlu hadirnya partisipasi publik. Supaya suara rakyat yang menggunakan hak plihnya tidak terdistrosi( penyalahgunaan)" tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Humbanghasundutan Binsar Pardamean Sihombing dalam paparannya menjelaskaan, berbagai tahapan penyelenggaraan pemilu serentak 2024 mengatakan, Sesungguhnya kedaulatan pemilih adalah publik yang semestinya menjadi subjek namun seringkali di jadikan objek mobilisasi, objek dalam politik uang maupun kampanye hitam (black Champaign akan tetapi, pemilih itu harus jadi subjek yang menentukan lahirnya pemimpin terbaik bagi masyarakat itu sendiri” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan juga sebagai salah satu upaya menyatukan pemahaman masyarakat dalam rangka menjalankan proses politik dalam berdemokrasi, Tutupnya.