HETANEWS.com - Kuasa hukum Gubernur Papua, Stefanus Roy Rening mengatakan demo besar-besaran di Jayapura dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah pusat yang memperlakukan Lukas Enembe secara tidak adil.

Hal ini terjadi lantaran rakyat Papua menganggap ditetapkannya Lukas Enembe sebagai tersangka tanpa melewati proses pemeriksaan.

Stefanus Roy Rening juga mengungkap bahwa penetapan tersangka pada Lukas Enembe membuat kemarahan rakyat Papua memuncak.

"Kenapa sampai seperti itu? Satu bahwa ketika ditetapkan tersangka pak Gubernur tidak pernah diperiksa,

itu kemarahan pertama rakyat Papua kok bisa orang ditetapkan sebagai tersangka belum didengar keterangannya," ujar Stefanus Roy Rening dikutip PortalYogya.com dari akun TikTok @papuastream pada Jumat (23/9/22).

Kemudian, Stefanus Roy Rening menyebut penetapan tersangka yang dilakukan oleh KPK tidak sah.

Sebagaimana penetapan tersangka pada Lukas Enembe tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Pasal 184 KUHAP atau minimal ada 2 alat bukti yang sah.