SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Siantar melalui Kasi Pidum Edi S Tarigan membenarkan ada menerima SPDP dalam Lidik terkait kasus trading saham. Hanya saja dalam SPDP tersebut tidak menyebutkan nama terlapor/tersangka.

SPDP diterima Kejari Siantar dari penyidik Polres Siantar pada, Senin (12/9/2022).

Namun SPDP dalam Lid tersebut dengan tembusan FS. Dan jaksa yang dihunjuk untuk itu Heri Santoso.

"Benar,kami ada menerima SPDP, namun tidak menyebut siapa terlapor/tersangka. Tapi dalam SPDP tersebut dengan tembusan Ferry Sinamo," jelas Tarigan kepada hetanews.com, Rabu (21/9/2022).

Edi juga mengakui, SPDP itu dengan SPDP yang sebelumnya dan telah dikembalikan. Dalam SPDP sebelumnya langsung menyebutkan terlapor FS.

Hal ini menindaklanjuti hasil pertemuan antara korban investasi bodong yang sempat melakukan aksi unjuk rasa ke Kejaksaa, DPRD dan Polres Siantar.

Dalam pertemuan itu, Kapolres Fernando bersama tim menjelaskan jika laporan sejumlah korban investasi bodong masih terus ditindaklanjuti. Karena penyidik tidak pernah menghentikan atau melakukan SP3 tersebut.

Bahkan polisi berjanji jika ada temuan baru atau ada bukti surat dari para korban akan menjadi petunjuk penyidik untuk menindak hal itu.

Janji penyidik akhirnya terealisasi dengan mengirimkan kembali SPDP (surat pemberitahuan dimulainya Penyelidikan) ke Jaksa.

Ratusan korban investasi bodong yang didiga dilakukan FS berharap mendapat keadilan dan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku atau setidaknya berdamai dengan mengembalikan uang para korban dengan total puluhan milyar.