SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Pengedar rokok Luffman tanpa pita cukai, Robi Hidayat als Robi (31) warga Bireun Aceh dan Ibrahim (47) warga Lhokseumawe masing masing divonis 1 tahun 6 bulan disidang Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (21/9/2022).

Selain itu, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda masing masing Rp.1.682.700.000 milyar. Jika tidak dibayar diganti hukuman penjara selama 2 bulan.

Putusan hakim Nurnaningsih Amriani, Aries Ginting dan Yudhi Dharma lebih ringan dari tuntutan jaksa Firmansyah.

Sebelumnya menuntut hukuman selama 2 tahun penjara denda yang sama, jika tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 6 bulan.

Kedua terdakwa sebagai supir terbukti membawa 79 karton rokok merk Luffman atau sekitar 790.000 batang rokok tanpa pita cukai.

Perbuatan para terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 29 (1) melanggar pasal 54 UU No 11 tahun 1995 tentang cukai sebagaimana telah diubah dengan UU No 39 tahun 2007 tentang cukai jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Berdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Simalungun jalan Asahan Km 4,5 jika kedua terdakwa bersama Tonang (DPO) ditangkap saat sedang mengisi bahan bakar di SPBU jalan SM Raja Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Parapat pada Selasa, 7 Juni 2022.

Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Pematang Siantar menyita 79 karton rokok merek Luffman tanpa pita cukai.

Keduanya mengaku bekerja dengan toke Simanullang (DPO) dan disuruh mengantarkan rokok tersebut ke berbagai kedai di wilayah Medan, Tebing Tinggi dan sekitarnya. Dengan mendapatkan upah Rp 2 juta/orang.

Dengan mengendarai mobil pick up Mitsubishi L-300 BA 8662 MJ memuat 79 karton rokok merk Luffman tanpa pita cukai dan juga telur berangkat dari Bukit Tinggi Sumatera Barat pada Senin, 6 Juni 2022 menuju Medan.

Rokok ilegal sebanyak itu akan dijual kepada sejumlah kedai/toko melalui Tonang.

Tonang naik dan ikut bergabung dengan terdakwa dari Kota Tarutung.

Namun Tonang berhasil melarikan diri saat akan dibawa petugas ke kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Pematang Siantar.

Saksi Septino Binsar Jonli Pandiangan, Gordon Nababan Ferian Lavando Fritz Tampubolon bersama tim operasi pengawasan yang merupakan ASN Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Pematang Siantar dalam persidangan sebelumnya menjelaskan jika melakukan penangkapan berdasarkan informasi karena banyaknya rokok ilegal beredar di kawasan wilayah kerja Kantor Pengawasan Bea Cukai Siantar.

Majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sejumlah Barang bukti berupa ratusan juta batang rokok ilegal merk Luffman dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan mobil Mitsubishi an pemilik Mellisa Tampubolon, STNK, Kartu Uji Kendaraan dan uang tunai Rp.800.000. dinyatakan dirampas untuk negara.