SIANTAR, HETANEWS.com - Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Jurist Pricesely, sosok yang selalu melakukan pencitraan. Khususnya di kalangan tertentu seperti pejabat dan unsur Forkopimda.

Kinerja Kejaksaan Negeri Pematangsiantar patut dipertanyakan. Sejumlah ASN dan OPD terlihat selalu datang ke kantor tersebut, namun tidak diketahui hanya berkoordinasi ataupun diperiksa.

Namun demikian tak ada satupun kasus korupsi yang sampai saat ini berhasil ditindak lanjuti.

Sementara kasus korupsi PD PAUS yang baru vonis pun bukan hasil kinerja Kajari yang saat ini.

Sosok Jurist Pricesely yang selalu menonjolkan kepribadiannya yang baik.

Jurist pernah mengutarakan hal itu saat menerima para pengunjukrasa korban investasi bodong di Aula Polres beberapa waktu lalu.

Dia mengaku, jika ada terdakwa yang tidak ditahan penyidik Polres misalnya dalam kasus narkotika atau kasus lainnya maka pihaknya (kejaksaan) akan melakukan penahanan.

"Meski demikian saya koordinasi dulu dengan Pak Kapolres, saya ijin ya Pak, kami tahan karena saya tidak mau dinilai negatif, zaya apa adanya, bukan ada apanya," kata Jurist kepada perwakilan pengunjukrasa yang juga dihadiri Kapolres Siantar AKBP Fernando.

Hal ini perlu dipertanyakan, apakah benar demikian sesuaikan ucapannya?

Baru baru ini pihaknya, menuntut terdakwa pemilik 0,40 gram sabu selama 6 tahun dan pemilik 6,68 gram sabu juga 6 tahun. Apa yang terjadi, apakah Kajari Siantar ada apanya atau apa adanya?

Pun demikian, Jurist Pricesely juga diduga alergi dengan awak media. Pasalnya, sejak dirinya dilantik sebagai Kajari Siantar selalu menolak saat dimintai konfirmasi.

"Cuma minta waktunya 5 menit saja tidak bisa," ucap salah satu wartawan yang bertugas melakukan peliputan di Kejari Siantar, Selasa (20/9/2022).

Dilain sisi, jika Kajari kedatangan tamu dari kalangan pejabat pemerintahan di Siantar, Jurist tak jarang terpantau sampai berjam-jam cakap cakap di ruang kerjanya.

"Biasanya, Kajari sebelumnya selalu beramah tamah dengan rekan media di awal masa kerjanya untuk menjalin komunikasi dan menjalin hubungan kemitraan," kata salah seorang jurnalis dari media cetak.