SIMALUNGUN, Hetanews.com - Jaksa Harisdianto Saragih SH dari Kejaksaan Negeri Simalungun menuntut terdakwa Alfun Khair (25) selama 6 tahun penjara potong masa tahanan sementara yang telah dijalani, disidang PN Simalungun, Senin (19/9/2022).

Warga Huta Madinah Kelurahan Bandar Silam itu dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Karena terbukti menjadi perantara (kurir) dalam jual beli narkotika golongan I bukan tanaman.

Ia ditangkap saat akan mengantarkan sabu kepada Juli (DPO) di kuburan Cina Simpang Sigodung Kecamatan Bandar Masilam pada Sabtu, 23 April 2022 sekira pukul 17.00 wib.

Dari terdakwa, personil Satres Narkoba Polres Simalungun Yunus Manurung, Arikson Sibarani dan Leo Silalahi menyita 2 paket sabu seberat 1,18 gram (bruto).

Sabu tersebut akan diantarkan kepada Juli atas perintah Iqbal Vradana (disidang dalam berkas terpisah).

Bermula, saat terdakwa Alfun pulang kerja dari ladang dan menemui Iqbal di salah satu warung di Huta Madinah disuruh mengantar sabu.

"Fun, antarkan sabu ini dulu ke tempat si Juli, entah berapa dikasih uangnya ambil saja".

Terdakwa Alfun langsung berangkat ke lokasi kuburan Cina yang dikatakan terdakwa Iqbal. Saat berdiri menunggu Juli, ia ditangkap. Dan barang bukti 2 paket sabu disita dari sebuah pohon sawit yang tak jauh dari terdakwa berdiri.

Diakuinya, sabu tersebut diletakkan di pohon sawit karena takut memegangnya. Setelah Alfun tertangkap, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Iqbal yang sedang berdiri dekat rumahnya di Huta Madinah.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa Alfun meminta kepada hakim agar diberikan putusan yang seringan-ringannya. "Saya mohon agar Bu hakim memberikan putusan yang seringan-ringannya, saya menyesali perbuatan saya," kata terdakwa.

Selain pidana penjara selama 6 tahun, terdakwa juga didenda Rp 1 milyar. Jika denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Persidangan dipimpin hakim Nurnaningsih Amriani SH MH , Aries Ginting dan Widiastuti masing-masing selaku hakim anggota menyatakan sidang ditunda sepekan dengan agenda pembacaan putusan.