MADINA, HETANEWS.com - Pihak PT Sorik Merapi Geothermal (PT SMGP) angkat bicara soal 8 warga diduga keracunan gas proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) milik mereka di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Jumat (18/9).

Head Corporate Communication PT SMGP Yani Siskartika menjelaskan, saat warga diduga menghirup gas beracun, perusahaan sedang melakukan kegiatan logging test sumut T-11.

"Kegiatan logging sumur T-11 dilakukan untuk mengukur tekanan dan temperatur di sumur. Kondisi sumur tertutup, dan tidak ada aliran fluid sama sekali yang keluar dari sumur sepanjang logging dilakukan,” ujar Yani kepada kumparan, Senin (19/9)

Kata dia, saat warga diduga keracunan, kegiatan juga berjalan normal.

“Namun dihentikan setelah ada laporan warga yang mengeluh mencium bau. Sementara itu, kondisi aman dan tidak ada satu pun pekerja di lokasi yang mengalami keluhan kesehatan saat pekerjaan logging,” ujarnya

“PT SMGP juga memastikan bahwa kondisi pengukuran dari alat pendeteksi gas (fixed gas detector) menunjukkan tidak ada H2S (gas beracun) atau nol, serta tidak ada satu pun alarm H2S yang aktif,” katanya.

Dia juga menerangkan seharusnya kegiatan logging tidak memiliki risiko paparan H2S atau Hydrogen Sulfida yang mengandung racun.

“(Tapi) bau (diduga racun) yang dikeluhkan itu, yang sedang dilakukan investigasi. (Tapi) Logikanya saja, pekerja yang langsung di area tersebut, tidak kenapa-kenapa,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan, para warga yang diduga keracunan langsung dilakukan observasi kesehatannya di rumah sakit.

“Sejauh ini kondisi normal, dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Mereka semua dalam kondisi normal menurut tim di lapangan yang sudah berkomunikasi dengan tim medis di RS terkait,” tutupnya.

Sebelumnya sebanyak 8 warga di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal dilarikan ke rumah sakit, Jumat (16/9) malam. Mereka diduga keracunan dari gas proyek PLTP PT SMGP.

Kapolres Mandailing Natal AKBP M. Reza Chairul mengatakan peristiwa keracunan itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

“Berdasarkan keterangan dari personel Pamobvitnas menyatakan, bahwa tercium aroma busuk telur busuk yang diduga berasal dari Wellpad Tenggo PT SMGP. Sehingga mengakibatkan warga setempat muntah-muntah dan pingsan dan sudah dibawa ke RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina,” kata Reza kepada kumparan, Minggu (18/9)

Adapun korban yang pingsan dan mengalami muntah dirawat di RSUD Panyabungan yakni Parwsi Nasution (40), Yusril Isa (20), Alfi Husein Nasution (9), Nurhabibah (60).

Korban yang dirawat di Rumah Sakit Permata Madina yakni Asmar Husein (35), Nasaruddin Tanjung (65), Humadidi Nasution (25) dan Sangkot Masripah (48).