SERPONG, HETANEWS.com - Perampok bersenjata api di sebuah toko emas di BSD, Serpong, Tangerang Selatan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Selatan hingga kini masih melacak keberadaan perampok tersebut.

"Pelaku masih dalam pencarian oleh tim Polres dan Polda," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu saat dihubungi, Senin (19/9/2022).

Pelacakan itu dilakukan dengan memeriksa sejumlah orang saksi yang di lokasi kejadian saat perampokan bersenjata api itu terjadi hingga pemeriksaan barang bukti.

Adapun salah satu barang bukti yang sudah berhasil diamankan adalah selongsong peluru dari senjata api pelaku. "Total saksi sudah sembilan orang kita periksa. Untuk selongsong peluru masih on proses di Laboratorium," ucapnya.

  • Perampokan Bersenjata Api

Sebuah toko emas di BSD, Serpong, Tangerang Selatan menjadi sasaran perampok bersenjata api pada Jumat (16/9/2022) siang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengungkapkan detik-detik peristiwa tersebut.

"Pada hari Jumat, tanggal 16 September 2022 sekitar pukul 11.47 Wib datang seorang laki-laki yang tidak dikenal melalui pintu lobby Utara.1 gedung dengan menggunakan masker warna hitam, topi warna hitam, celana panjang, baju warna hitam (Switer), dan sarung tangan warna hitam ke Toko Emas Sinar Mas," kata Zulpan saat dihubungi, Jumat (16/9/2022).

Setelah itu, tanpa pikir panjang, pelaku langsung mengeluarkan senjata api yang sudah dia bawa dan meletuskan tembakan ke arah toko emas itu.

"Kemudian pelaku memecahkan etalase kaca yang berisikan perhiasan berupa emas dengan senjata api," ucapnya.

Zulpan menyebut pelaku mengambil sejumlah emas di etalase tersebut sambil menodongkan senjatanya ke sejumlah orang yang di lokasi sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

"Setelah itu pelaku melarikan diri melalui pintu lobby 1 Utara sambil membawa beberapa perhiasan emas dan dikejar oleh saksi hingga Lobby Utara 2 tetapi pelaku tidak dapat terkejar," jelasnya.

Saat ini, lanjut Zulpan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku berdasarkan barang bukti hingga keterangan saksi di lokasi. "Kerugian masih dihitung," tuturnya.