HETANEWS.com - Sesuai Satelit SNPP melalui Laporan Hotspot di Aplikasi Lancang Kuning yang menyampaikan adanya beberapa titik Api di Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kecamatan Kolang, Jumat (16/9/2022).

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Jimmy Christian Samma didampingi Waka Polres Tapteng AKBP Rokhmat bersama anggota Polres dan Polsek Kolang, Tinjau dan Verifikasi langsung ke lokasi Titik Api Karhutla di Kecamatan Kolang, Sabtu (17/9/2022) Siang.

Kasi Humas Polres Tapteng AKP Horas Gurning menyampaikan bahwa Sesuai Laporan Aplikasi Lancang Kuning terpantau sebanyak 14 titik Hotspot Karhutla yang berada di Wilayah Kecamatan Kolang Kab. Tapteng

Menindak lanjuti laporan tersebut, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Jimmy Christian Samma, bergerak langsung melakuka verifikasi dan pemadaman di Lokasi Titik Hotspot.

Kegkatan diawali dengan Apel Persiapan yang dihadiri oleh Pejabat Polres Tapteng, Kadis BPBD Tapteng bersama anggota, Kapolsek Kolang, Camat Kolang beserta Kepala Desa dan Warga.

Sebanyak 100 lebih personil melakukan pemantauan dan pemadaman sesuai laporan data lancang kuning dengan menggunakan 8 unit Mesin Pompa yang disebar sesuai titik dan pemadaman secara manual menggunakan alat pemadam

Beberapa lokasi yang terdeteksi antara lain

1. 5 Hotspot Medium Desa Satahi Nauli, Kec. Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

2. 4 Hotspot Medium di Rw. Makmur, Kec. Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

3. 1 Hotspot Medium di Hurlang Muara Nauli, Kec. Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

4. 1 Hotspot Medium di Makarti Nauli, Kec. Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

Kapolres Tapteng menyampaikan bahwa Penyebab kebakaran lahan disebabkan cuaca Kemarau dan Lokasi lahan gambut yang ditumbuhi tanaman rumput pakis yang rentan terjadinya resiko karhutla.

"Untuk pemilik lahan sudah dilaksanakan pendataan dan koordinasi serta akan dilaksanakan pendalaman lebih lanjut terkait terjadinya karhutla tersebut" disampaikan Kapolres.

Selain itu, terpantau di lokasi bahwa beberapa hambatan yang menyebabkan sulitnya pemadaman adalah sumber air yang sangat minim/air parit serta mengingat lahan gambut, api di permukaan namun di bawah permukaan masih hidup dan mengeluarkan asap.

"Kita akan upayakan pemadaman tersebut dengan mengerahkan personil dan instansi terkait, dan kita berharap semoga cuaca di Kab. Tapteng segera turun hujan khususnya wilayah kec. kolang" Tutur Kapolres.

Hingga saat ini Api sudah padam dan tersisa bara saja serta Polres Tapteng bersa Instansi terkait masih berupaya melakukan pemadaman dan pemantauan dilokasi karhutla.