HETANEWS.com - Seekor hiu mako sepanjang 2 meter tiba-tiba loncat dari dalam laut dan naik ke atas kapal nelayan yang sedang memancing ikan. Sontak peristiwa ini mengagetkan orang-orang yang ada di dalam kapal tersebut.

Kejadian itu menimpa para pemancing di kapal Lady Anne yang sedang berlayar ke lepas pantai Maine, AS, untuk memancing pada 27 Agustus 2022. Tiba-tiba umpan yang dilempar mengenai sasaran, dan itu adalah seekor hiu mako.

Tarik menarik pun terjadi. Pemancing berusaha menarik hiu ke darat sementara hiu berusaha melarikan diri. Saat hiu mendekati kapal, tiba-tiba dia loncat ke atas kapal dan mengejutkan orang-orang yang ada di sana.

“Pengalaman sekali seumur hidup! Syukurlah, tidak ada satu pun orang yang terluka!” tulis Sea Ventures Charters dalam sebuah postingan di Facebook, sebagaimana dikutip Newsweek.

Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), hiu mako dapat tumbuh hingga panjang 4 meter dengan berat mencapai 544 kilogram. Hiu mako adalah perenang ulung, bisa meluncur dengan kecepatan mencapai 32 kilometer/jam dan mampu menjelajah hingga 48 kilometer per hari.

Hiu mako sering menampilkan pertunjukan akrobatik saat mengenai umpan pancing, melompat keluar dari air sehingga menjadi ikan buruan paling populer. Bukan kali ini saja hiu mako lompat ke atas kapal, beberapa kejadian serupa juga pernah dilaporkan sebelumnya.

Adapun hiu mako yang berhasil ditangkap kali ini dilepaskan kembali ke laut setelah diukur dan ditimbang. Hiu mako adalah spesies hiu paling buruk di penangkaran. Jadi mereka enggak bisa disimpan atau dipelihara di akuarium.

Upaya peneliti mengembangbiakan hiu mako di penangkaran selalu berujung pada kegagalan, dengan mereka kebanyakan mati setelah seminggu disimpan di kandang.

Hidup hiu mako terpanjang pernah tercatat di Akuarium New Jersey pada 2001 silam, ketika hiu menolak makan dan dengan cepat melemah lalu mati setelah lima hari di penangkaran.

Menurut NOAA, populasi hiu mako semakin menurun dari tahun ke tahunnya karena perburuan berlebihan. CITES memperkirakan lebih dari 1 juta hiu mako ditangkap dan dibunuh setiap tahunnya. Mereka ditangkap untuk diambil daging, sirip, minyak, hati, dan tulang rawannya.

Tekanan populasi ditambah dengan laju pertumbuhan yang lambat dan tingkat reproduksi rendah menyebabkan hiu mako masuk sebagai hewan terancam punah dalam daftar merah IUCN.

Sumber: kumparan.com