HETANEWS.com - Klaim seputar percobaan pembunuhan yang menargetkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebar pada Rabu (14/9). Kendaraannya dilaporkan mengalami ledakan saat sedang berada dalam perjalanan.

Kabar tersebut berasal dari akun anonim di Telegram, General SVR. Sejak lama, kanal itu kerap membuat unggahan-unggahan seputar hubungan pribadi hingga masalah medis yang diduga diderita Putin.

Sebagian meyakini bahwa saluran tersebut dijalankan oleh mantan agen Dinas Intelijen Asing Rusia, Viktor Mikhailovich. General SVR awalnya diabaikan, tetapi kemudian dianggap akurat oleh sejumlah badan intelijen Barat. Namun, klaim terbarunya belum dikonfirmasi.

General SVR menolak membeberkan bukti atas tuduhan-tuduhannya terhadap Putin. Rincian tentang serangan terbaru pun dirahasiakan, sehingga pihaknya bahkan tidak menyebutkan tanggal kejadian.

General SVR menerangkan, Putin mengalami serangan saat melakukan perjalanan pulang menuju kediaman resminya. Mengkhawatirkan keselamatan, dia menggunakan iring-iringan.

Iring-iringan kendaraan tersebut dikatakan melibatkan lima mobil lapis baja, termasuk limusin yang ditumpangi oleh Putin. Ketika tengah melaju, sebuah ambulans mengadang mereka.

Kendaraan Putin kemudian mengalami ledakan pada roda depan bagian kiri. Asap tebal menyusul membubung sebelum kendaraan sempat lepas kendali. Namun, Putin berhasil sampai ke lokasi aman tanpa mendapati cedera dari serangan tersebut.

"Dalam perjalanan ke rumah, beberapa kilometer jauhnya, mobil pengawal pertama diadang oleh ambulans, mobil pengawal kedua melaju tanpa berhenti [karena] kendala tiba-tiba itu, ledakan keras terdengar dari roda depan kiri [mobil Putin] diikuti oleh asap tebal," tulis General SVR, dikutip dari Mirror, Jumat (16/9).

"Selanjutnya, tubuh seorang pria ditemukan dalam ambulans yang menghalangi mobil pertama dari iring-iringan kendaraan," imbuhnya.

General SVR mengeklaim adanya kebocoran informasi rahasia tentang pergerakan Putin. Penangkapan lantas menyasar sejumlah otoritas keamanan, termasuk kepala pengawal presiden. Rusia disebut-sebut menskors dan menahan sejumlah orang lainnya.

General SVR menekankan, hanya ada sekelompok kecil orang yang mengetahui posisi sang Presiden dalam iring-iringan tersebut. Semua orang itu pun berasal dari dinas keamanan presiden.

"Setelah kejadian itu, tiga di antaranya menghilang. Ini adalah orang-orang yang berada di mobil pertama iring-iringan mobil," terang General SVR.

"Nasib mereka saat ini tidak diketahui. Mobil yang mereka tumpangi ditemukan kosong beberapa kilometer dari tempat kejadian," lanjutnya.

Sumber: kumparan.com