SIMALUNGUN, HETANEWS.comi - Risky Fajar Alamsyah als Bagol (20) dituntut 9 tahun denda 2 Milyar subsider 1 tahun. Sedangkan terdakwa Sahril Nurhabib Anjani (22) dan terdakwa Alfi Syahrun (20) masing masing dituntut 6 tahun, denda Rp.1 milyar subsider 6 bulan penjara disidang Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (15/9/2022).

Bagol dituntut lebih berat karena terbukti sebagai pengedar ganja dan membeli sabu. Ketiganya dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika, yang ancaman hukuman nya paling lama 20 tahun.

Atas tuntutan tersebut, ketiga terdakwa memohon kepada majelis hakim agar diberikan putusan yang seringan-ringannya.

"Saya mohon putusan yang seringan-ringannya yang mulia, saya menyesali perbuatan saya," kata terdakwa secara bergantian.

Menurut jaksa Barry Sihombing, ketiga terdakwa merupakan warga yang sama di Huta Margomulyo Kecamatan Gunung Malela ditangkap pada Rabu, 6 April 2022 di jalan umum lokasi Sipef.

Dengan mengendarai sepeda motor bonceng 3, petugas menyita sepaket sabu seberat 0,25 gram. Sabu tersebut diakui baru saja dibeli secara patungan seharga Rp.200 ribu dari Wel (DPO) di lokasi perkebunan sawit Syahkuda Bayi Bukit Maraja.

Sedangkan dari terdakwa Bagol turut disita ganja seberat 367,12 gram yang diakui milik Jaga (DPO) untuk dijual. Ia mengakui menerima ganja seberat 1/2 kg dengan harga Rp.1 juta tapi cukup setor 800 ribu setelah habis terjual.

Dan Bagol sudah berhasil menjual Sebahagian ganja tersebut.

Persidangan dipimpin hakim Nurnaningsih Amriani, dinyatakan ditunda hingga 21 September 2022 mendatang. Dengan agenda pembacaan putusan.