SEMARANG, HETANEWS.com - Kepolisian masih mencari potongan kepala dari jenazah pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Semarang yang masih hilang. Sejauh ini, polisi baru menemukan tulang belulang dari tubuh yang hangus terbakar.

Diketahui, PNS Pemkot Semarang tersebut sempat hilang sebelum diperiksa polisi sebagai saksi kasus korupsi. Ditemukan dua pekan kemudian di Pantai Marina, Semarang dalam kondisi hangus terbakar.

"Kita fokus cari kepala, makanya ini kita lakukan penyisiran besar-besaran dibantu Basarnas dan Satpol PP," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar, Rabu (14/9).

Irwan mengatakan temuan baru hasil olah TKP berupa lima buah tulang yang diduga organ tangan. Olah TKP itu dilakukan pada Rabu kemarin (15/9).

"Kami lakukan olah TKP lanjutan menyisir semak-semak, terus ketemu tulang-tulang. Diduga ini bagian tangan yang berhubungan dengan mayat yang dibakar," kata Iwan.

Iwan menjelaskan bahwa Polrestabes Semarang akant terus melakukan pencarian potongan tubuh korban yang belum ditemukan.

Selain itu, polisi pun memburu pelaku yang melakukan pembakaran terhadap PNS Pemkot Semarang tersebut. "Kita tetap terus berusaha mencari dan mencari, termasuk nantinya pelaku," kata Iwan.

Polisi mendapati beberapa potongan tulang organ manusia saat melakukan penyisiran di tempat penemuan mayat tanpa kepala yang hangus terbakar di kawasan semak Pantai Marina Semarang ( CNN Indonesia/Damar)
Sebelumnya, ditemukan tubuh tanpa kepala yang sudah hangus terbakar di Pantai Marina, Semarang pada 8 September lalu.

Jenazah tersebut diduga PNS Pemkot Semarang bernama Iwan Budi. PNS tersebut ditemukan dalam kondisi terbakar 100 persen. Sepeda motor dinas yang berada di dekatnya pun hampir habis dilalap api.

Petugas mendapat tali yang terikat di bagian leher hingga kaki.

Dugaan mayat itu merupakan PNS Semarang bersumber dari pelat nomor sepeda motor H 9799 RA warna merah yang termasuk kendaraan dinas.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan name tag bertuliskan "... wan Budi P..." yang sudah terbakar.

PNS yang dimaksud sempat dinyatakan hilang pada 24 Agustus lalu atau sebelum diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengalihan aset.