HETANEWS.com - Anggota parlemen senior Effendi Simbolon mengeluarkan permintaan maaf pada hari Rabu setelah menyebut Tentara Indonesia (TNI) sebagai “massa” dalam sidang awal bulan ini di Komisi I DPR, yang membawahi urusan luar negeri dan keamanan, dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf jika pernyataan saya melukai perasaan seluruh anggota TNI dari yang paling bawah hingga para jenderal serta semua pensiunan, semua yang telah kecewa dengan pernyataan itu," kata Effendi yang juga politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Effendi mengaku tidak memiliki niat buruk terhadap TNI dan menyayangkan pernyataannya tersebut telah menimbulkan kegemparan terutama di kalangan anggota TNI.

Dalam pertemuan dengan Andika dan petinggi TNI lainnya pada 5 September, Effendi mengeluhkan kurangnya persatuan di kalangan militer dan mengatakan bahwa perpecahan di dalam institusi telah sampai pada titik di mana tentara berperilaku seperti anggota geng kriminal.

"Kami menemukan bahwa ketidakharmonisan, pembangkangan di lingkungan TNI membuat institusi ini terlihat seperti massa. Sepertinya ormas, hanya tidak ada yang namanya disiplin," kata Effendi dalam persidangan.

Dalam sidang yang sama, Effendi juga menyebut kemungkinan adanya keretakan antara Andika dengan Kepala Staf TNI Jenderal Dudung Abdurrachman.

Menanggapi pernyataan tersebut, sejumlah jenderal senior militer termasuk beberapa komandan militer setempat mengungkapkan kemarahannya, dengan beberapa tentara membuat ancaman kekerasan fisik terhadap Effendi.

Dudung sendiri tertangkap kamera membuat pernyataan menyerukan tentara untuk "mengamuk" terhadap Effendi.

Sumber: jakartapost.com