SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Suyetno als Yetno (43) dihukum 8 tahun denda Rp 1,2 Milyar, jika tidak dibayar diganti pidana penjara selama 6 bulan disidang Pengadilan Negeri Simalungun yang digelar secara virtual, Rabu (15/9/2022).

Vonis hakim diketuai Nurnaningsih Amriani lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Meski sebelumnya, terdakwa Suyetno sudah memohon agar hukumannya diringankan oleh hakim.

Sebelumnya, jaksa hanya menuntut 7 tahun denda Rp 1 milyar subsider 6 bulan penjara.

Warga Kampung Lalang Kelurahan Serbelawan itu dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika, yang ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara ataupun hukuman mati.

Tak terima divonis jadi 8 tahun, terdakwa langsung menyatakan banding. "Banding yang mulia," kata terdakwa ketika ditanya tanggapannya.

Menurut majelis hakim, Ia terbukti melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu. Saat ditangkap pada Senin, 9 Mei 2022 dari halaman rumahnya, petugas menyita 24 klip paket sabu seberat 3,40 gram dan uang hasil penjualan Rp 200 ribu serta hape Nokia yang digunakan sebagai alat komunitas untuk transaksi.

Sabu sebanyak itu diperoleh terdakwa dengan cara membeli dari Ulet (DPO) seharga Rp 2.100.000. Tapi baru dibayar Rp 1.8 juta sisanya akan dibayar setelah sabu habis terjual.

Yetno juga mengakui sudah 2 kali belanja sabu dari Ulet dan lokasi transaksi yang sama di halaman rumahnya di Kampung Lalang Dolok Batunanggar. Jika sabu habis terjual maka ia akan memperoleh keuntungan sebanyak Rp.900 ribu karena 1 paket sabu ia jual Rp.100 ribu.