SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Jaksa Firmansyah dari Kejaksaan Negeri Simalungun menuntut 2 terdakwa Robi Hidayat als Robi (31) warga Bireun Aceh dan Ibrahim (47) warga Lhokseumawe masing masing selama 2 tahun penjara.

Keduanya sebagai supir terbukti membawa 79 karton rokok merk Luffman atau sekitar 790.000 batang tanpa pita cukai.

Perbuatan para terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 29 (1) melanggar pasal 54 UU No 11 tahun 1995 tentang cukai sebagaimana telah diubah dengan UU No 39 tahun 2007 tentang cukai jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Menurut jaksa dalam tuntutannya yang dibacakan dalam sidang, Rabu (14/9/2022) kedua terdakwa sebagai pekerja diperintahkan oleh Simanullang (DPO) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Pematang Siantar.

Dengan mengendarai mobil pick up Mitsubishi L-300 BA 8662 MJ memuat 79 karton rokok merk Luffman tanpa pita cukai berangkat dari Bukit Tinggi Sumatera Barat pada Senin, 6 Juni 2022 menuju Medan.

Rokok ilegal sebanyak itu akan dijual kepada sejumlah kedai/toko melalui Tonang yang juga menjadi DPO Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Pematang Siantar.

Kedua terdakwa berangkat dari Sumbar dan bertemu Tonang di Tarutung.

Keesokan harinya pada Selasa 7 Juni 2022, para terdakwa ditangkap petugas Septino Binsar Jonli Pandiangan, Gordon Nababan Ferian Lavando Fritz Tampubolon bersama tim operasi pengawasan yang merupakan ASN Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Pematang Siantar.

Terdakwa ditangkap saat mengisi bahan bakar di SPBU jalan SM Raja Parapat Kecamatan Girsip.

Untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut, para pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor Bea dan Cukai. Namun Tonang berhasil melarikan diri.

Sejumlah Barang bukti berupa ratusan juta batang rokok ilegal merk Luffman dirampas untuk dimusnahkan.

Sedangkan mobil Mitsubishi an pemilik Mellisa Tampubolon, STNK, Kartu Uji Kendaraan dan uang tunai Rp.800.000 dinyatakan untuk negara.

Atas tuntutan jaksa tersebut, para terdakwa memohon kepada hakim agar memberikan putusan yang seringan-ringannya.

Persidangan dipimpin hakim Nurnaningsih Amriani dinyatakan ditunda hingga Rabu (21/9/2022). Dengan agenda persidangan pembacaan putusan.