SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Polisi dari Polsek Dolok Panribuan dinilai tidak profesional dalam menangani laporan pengaduan kasus penganiayaan.

Kasus penganiayaan itu dialami oleh korban Maradona Malau. Ia resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Dolok Panribuan pada tanggal 5 Agustus 2022.

Pada saat itu turut ditahan tersangka inisial TG, namun satu orang terlapor inisial JF masih dibiarkan bebas berkeliaran.

Kuasa hukum korban, Chandra Pakpahan sempat melayangkan surat keberatan atas ketidakprofesionalan polisi dalam menangani kasus tersebut.

"Sejak kami sampaikan surat tersebut, tidak pernah ada tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak Polsek. Terlapor inisial JF masih bebas berkeliaran di daerah tempat tinggalnya," ucap Chandra saat mendampingi korban, Selasa (13/9/2022).

Disamping itu, kata Chandra, pihaknya mengetahui tersangka inisial TG telah ditangguhkan penahanannya dari Rutan Polsek Dolok Panribuan.

TG tidak lagi mendekam di rutan Polsek sejak tanggal 12 September 2022. Sebagai kuasa hukum korban, Chandra menilai polisi tidak profesional dalam menangani kasus tersebut.

"Kami meminta agar segera mengusut tuntas perkara penganiayaan yang dialami oleh klien kami," ucapnya.

Masih kata Ketua LBH Pematangsiantar ini, Kapolres Simalungun diminta untuk memeriksa Kapolsek Dolok Panribuan khususnya anggota polisi yang menangani perkara tersebut.

"Mengambil alih perkara tersebut ke tingkat Polres Simalungun," katanya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Dolok Panribuan AKP N Butarbutar mengatakan kasus tersebut masih dalam proses sidik. Ia pun tak memungkiri satu orang tersangka sudah ditahan.

"Masih dalam sidik, sudah ada satu pelaku yang kita tangkap dalam kasus penganiayaan itu, cuman satu pelaku lagi belum kita temukan," kata Butarbutar kepada Hetanews, Rabu (14/9).

Ia mengaku, antara korban dan pelaku bersepakat bertemu di Polsek namun kedua belah pihak tidak hadir.

"Hari ini juga kedua belah pihak bersepakat untuk melakukan pertemuan di Polsek. Tapi sampai sekarang belum ada datang," katanya menambahkan.

Masih kata Kapolsek, sejauh ini berkas pelaporan dugaan penganiayaan tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Simalungun.

Hanya saja, kata dia, berkas yang dilimpahkan oleh pihaknya dikembalikan karena dinyatakan tidak lengkap.