HETANEWS.com - Dua anak buah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer dan Bripka Ricky Rizal kompak membelot dan berbalik melawan atasan mereka dalam kasus pembunuhan rekan kerja mereka Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Walau keduanya sempat terpengaruh skenario busuk Ferdy Sambo untuk menutup rapat kasus tersebut, namun kini mereka kompak keluar dari permainan Ferdy Sambo setelah sama-sama ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini.

Perlawan terhadap Ferdy Sambo dimulai oleh Bharada Eliezer, dia membuka semua skenario Ferdy Sambo dalam kasus ini dan menyebut dirinya menembak Brigadir J karena disuruh Ferdy Sambo, tidak ada peristiwa tembak menembak dalam kejadian itu, yang ada adalah Brigadir J dieksekusi oleh dirinya dan Ferdy Sambo yang juga ikut menembak dua kali di bagian belakang kepala Brigadir J.

Pengakuan Bharda E ini yang kemudian merubah arah penyidikan kasus yang semula sudah disetting sebagai peristiwa polisi tembak polisi.

Dari sini pula skenario busuk Ferdy Sambo mulai mengemuka dan berimbas pada pemecatan dan sanksi berat kepada sejumlah anggota polisi yang ikut terlibat membantu Ferdy Sambo dalam kasus ini.

Setelah Bharada Eliezer berkata jujur dan membongkar kasus ini, giliran Bripka Ricky Rizal yang memilih ‘berkhianat’ pada Ferdy Sambo. Dia kemudian memberi kesaksian jujur termasuk soal isu pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Brigadir J.

Dimana isu ini disebut-sebut sebagai motif pembunuhan Brigadir J. Bripka Ricky Rizal mengaku tidak pernah melihat adanya aksi asusila Brigadir J kepada Putri Candrawathi di Magelang.

Dia juga membuka fakta baru, bahawa Ferdy Sambo sempat memberinya uang Rp1 miliar karena disebut sudah menjaga Putri Candrawathi, namun uang tersebut tiba-tiba ditarik kembali oleh Ferdy Sambo setelah sejumlah keganjilan dalam kasus ini mulai terendus publik. Ferdy Sambo sendiri mengaku terjebak dalam skenario yang dirancang Ferdy Sambo.

Kuasa hukum Bripka Ricky, Erman Umar mengatakan setelah memilih untuk keluar dari permainan Ferdy Sambo, kliennya kini siap mengungkap semua peristiwa pembunuhan itu sejujur-jujurnya.

Dia mengakui, Bripka Ricky berani melawan Ferdy Sambo setelah melihat Bharada Eliezer yang sudah lebih dahulu memilih berbicara jujur.

Hal ini juga didukung oleh istri dan keluarga besarnya yang memintanya untuk tidak lagi tunduk pada Ferdy Sambo dan berbicara apa adanya mengenai peristiwa pembunuhan itu.

Keluarga meminta Bripka Ricky berbicara jujur untuk menjaga marwah keluarga besar yang juga rata-rata adalah anggota Polri. Dukungan itu disampaikan sang istri saat membesuk Ricky beberapa waktu lalu.

“Dia berbalik arah itu setelah mungkin Richard buka dan dia juga didatangi adik kandung sama istri," kata Erman dikutip Populis.id Senin (12/9/2022).

Sebagaimana diketahui, polisi telah menetepakan lima tersangka dalam kasus ini, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Eliezer, Bripaka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Empat dari lima tersangka ini kini sudah ditahan. Sedangkan Putri Candrawathi mendapat keisitimewaan, dia tak ditahan karena alasan kemanusiaan sebab dirinya masih mengasuh bayi yang baru berumur 1,5 tahun.

Sumber: populis.id