SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Santer beredar informasi adanya dugaan kutipan ataupun pungli yang dilakukan oknum dari Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Nagori (BPMN) terkait pengangkatan sejumlah Pj Pangulu yang dilakukan Bupati baru baru ini.

Disebut sebut oknum tersebut meminta 5 hingga 10 juta rupiah. Hanya saja karena tidak disanggupi, bayar Rp.2-3 juta juga diterima.

Diduga ini hanya akal akalan si oknum PNS dari BPMN atupun memang ada perintah atasan belum diketahui secara pasti ya.

"Mereka kan dikutip oleh si oknum dari BPMN itu, makanya penghunjukan Pj Pangulu sudah tidak tepat. Ada yang staf biasa si Kecamatan dilantik jadi Pj, sedangkan yang sudah Kasi diabaikan karena tidak ada deking dan setor," kata salah seorang PNS kecamatan yang tidak ingin disebut namanya, ketika bincang bincang dengan Hetanews.com Senin (12/9/2022) di Kejari Simalungun.

Setidaknya sekitar 245 Pj.pangulu dilantik oleh Bupati Simalungun pada 17 Agustus 2022 lalu.

Sejumlah pangulu (kepala desa) mengharapkan Bupati Simalungun memberantas Oknum oknum yang tidak mendukung program Bupati.

Dimana dalam visi-misi Bupati Radiapoh mengharapkan pemerintah Kabupaten Simalungun bersih dan tidak ada pungli.

Sementara itu, Kejari Simalungun melalui Kasi Intel ketika dikonfirmasi terkait issu yang beredar tersebut menjelaskan tidak mengetahui adanya pungli yang dilakukan oknum di BPMN tersebut.

Karena sesuai pantauan Hetanews.com siang itu, oknum tersebut terlihat diperiksa oleh Tim Pidsus Kejari Simalungun.

Ini kata Kasi Intel " saya tidak tahu dia diperiksa, karena bukan tim Intel yang memeriksa, mungkin ada kasus lainnya yang sedang diperiksa Pidsus," katanya tanpa menyebutkan dalam kasus apa si oknum diperiksa.