SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Simalungun bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pengawasan kepada sejumlah aliran kepercayaan yang ada di wilayah hukum Kabupaten Simalungun, melalui Rapat koordinasi, Senin (12/9/2022).

Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) yang berlangsung di ruang aula Kantor Kejari Simalungun jalan Asahan Km 4,6 dihadiri sejumlah Camat, Kemenag, FKUB, Kasatpol PP, Polres, Kanit IV Kemenag, Disparbud.

Kasi Intel Kejari Simalungun Asor Olodaiv Siagian didampingi jaksa Ade Jaya menjelaskan, Rakor yang rutin dilakukan Kejari menindaklanjuti hasil perkembangan beberapa aliran kepercayaan di wilayah Kabupaten Simalungun.

Sebagaimana dengan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor Kep-146/A/JA/09/2015 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam masyarakat.

Dimana tugas Kejaksaan sebagai lembaga pemerintahan melaksanakan tugas dan wewenang antara lain dalam bidang ketertiban/ketentraman umum turut menyelenggarakan kegiatan pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara.

"Berdasarkan data yang kami terima dari Kejaksaan Agung, ada 2 aliran kepercayaan yang di wilayah Simalungun Persatuan Warga Rahayu Selamet (PWRS) dan Organisasi Si Raja Batak" kata Siagian.

Menurut Camat Bandar Sastro Tamba dan juga Camat Jorlang Hataran Pondang Sidabutar menjelaskan jika Di Bandar Rakyat ada aliran Parbibel Kring sebanyak 68 KK dan 500 jiwa. Juga di Nagori Bah Sampuran.

Namun aliran tersebut terus dipantau dan diawasi bahkan merupakan warga negara yang taat pajak,hanya saja sebahagian tidak mau menghormat bendera merah putih.

Aliran Parbibel Kring disebut masih turut berpartisipasi merayakan HUT RI ke-77 dengan menyumbang tarian daerah Batak Toba. Memiliki kehidupan dengan interaksi sosial yang tinggi.

Kelompok aliran kepercayaan tersebut terpantau tidak mengganggu ketertiban umum meski tidak terdaftar di rumah ibadah ataupun situ lembaga.

Ketua FKUB Kabupaten Simalungun Nurdin Panjaitan bersama Pemerintah terkait siap melakukan pengawasan Aliran Kepercayaan.

Meski tidak memiliki data spesifik, aparatur pemerintah terus melakukan deteksi dini agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

"Aliran Par Bibel Kring lebih ke arah Kristen dengan menganut Perjanjian Lama dan Parmalim di Nagori Mariah Bandar 20 KK memiliki kepatuhan berbangsa dan bernegara menghormati Pancasila dan bendera.Tetap memelihara adat istiadat dan sopan santun juga berinteraksi dengan masyarakat sekitar," jelas Sastro Tamba.

Wilayah Hukum Simalungun Masih terpantau aman dan tertib,aliran kepercayaan yang ada dipastikan tidak menggangu ketertiban umum.

Meski demikian, instansi terkait tetap mengedukasi pengikut aliran kepercayaan tersebut untuk mencintai NKRI dengan segala kedaulatannya.