SIANTAR, HETANEWS.com - Walikota Siantar dr Susanti Dewayani mengatakan Pemko Siantar mengalokasikan dana transfer umum [DTU] dari pemerintah pusat sebesar 2 persen untuk masyarakat yang membutuhkan.

"Pemerintah kota telah mengeluarkan dana 2 persen dari dana transfer umum (DTU) yang sudah turun disalurkan pemerintah pusat akan disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dana ditransfer melalui kantor Pos,” ucap Susanti kepada pengunjuk rasa di depan kantor DPRD Siantar Jalan Adam Malik, Kamis (8/9/2022).

Sebagaimana diketahui, massa dari kalangan mahasiswa di Siantar melakukan aksi unjuk rasa mendesak pemerintah membatalkan kenaikan BBM.

Massa juga mendesak DPRD dan Walikota Siantar membuat surat ke Presiden Jokowi untuk membatalkan kenaikan BBM tersebut.

Setelah berdialog panjang, tuntutan massa mahasiswa diterima, dibuktikan dengan surat yang ditandatangani wakil ketua DPRD Siantar Ronald Tampubolon.

Dukungan terhadap aspirasi mahasiswa yang meminta agar kenaikan harga BBM dibatalkan itu dituangkan dalam surat DPRD Pematang Siantar yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo dengan nomor surat 170/2165/DPRD/IX/2022.