SIANTAR, HETANEWS.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Pematangsiantar melakukan sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah (CBPR) di Lantai IV gedung BI jalan H Adam Malik Siantar, Kamis (8/9/2022).

Sosialisasi dan edukasi CBPR dan Uang TE (Tahun Emisi) 2022 kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Persatuan Isteri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) menjadi penting, dimana para pejuang veteran untuk sama sama menikmati alam kemerdekaan CBPR dan simbol kedaulatan negara.

Bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI, Bank Indonesia telah mengeluarkan Uang TE 2022 yang lebih tinggi tingkat keamanannya dan sulit untuk dipalsukan dan juga keunggulan lainnya.

Bank Indonesia sebagai Bank Sentral RI,

diamanahkan oleh UUD 1945 dan UU Bank Indonesia, untuk menjaga kedaulatan bangsa di bidang ekonomi. Berbagai kebijakan diambil oleh Bank Indonesia, yang didukung oleh

kementerian/lembaga lainnya, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan negara, agar tercipta ketahanan ekonomi sebagai bagian

dari ketahanan nasional.

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan BI Siantar Teuku Munandar saat memberikan paparan dihadapan puluhan anggota LVRI dan PIVERI.

"Panglima Besar Jenderal Sudirman pada masa hidupnya pernah berpesan, “Karena kewajiban kamulah untuk tetap pada pendirian semula, mempertahankan dan mengorbankan jiwa untuk kedaulatan negara dan bangsa

kita seluruhnya”.

Menurut Munandar, sebagaimana pesan yang disampaikan tersebut, maka sudah kewajiban kita sebagai bangsa Indonesia, untuk mempertahankan kedaulatan negara di berbagai bidang, keamanan, pertahanan, politik, ekonomi, dan lainnya.

Sama halnya dengan yang dilakukan TNI dalam menjaga kedaulatan negara, kami di Bank Indonesia sebagai Bank Sentral RI,

diamanahkan oleh UUD 1945 dan UU Bank Indonesia, untuk menjaga kedaulatan bangsa di bidang ekonomi, jelasnya.

Selain dalam hal menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan nasional, peranan Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara

juga tercermin dari pelaksanaan tugas BI di bidang pengelolaan uang Rupiah, sebagaimana yang diamanatkan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Alat pembayaran yang sah di NKRI adalah hanya Rupiah, dan Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang

melakukan Pengeluaran, Pengedaran, dan/atau Pencabutan dan Penarikan Rupiah," jelas Munandar.

Ditegaskan Munandar, Rupiah merupakan simbol kedaulatan Negara Republik Indonesia. Maka BI akan senantiasa berupaya untuk menjaga kedaulatan Rupiah, melalui pelaksanaan tugas di bidang

pengelolaan Uang Rupiah, mulai dari mengeluarkan, mengedarkan, hingga menarik dari peredaran.

Rasa cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah harus dimiliki oleh masyarakat, sehingga dengan sendirinya kesadaran untuk menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa akan timbul dalam diri masyarakat Indonesia, harapnya.

Selain itu sebagai bangsa yang peduli dengan pejuangnya, Bank Indonesia memberikan bantuan berupa sembako yang kiranya dapat meringankan beban para veteran. Dimana harga kebutuhan mengalami kenaikan seiring naiknya harga BBM.

Ketua LVRI Siantar Kapt (Purn) Kartiman Marbun sangat mengapresiasi kepedulian BI Siantar yang masih memperhatikan para pejuang kemerdekaan. Dan teruslah kita secara bersama menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan NKRI, ungkapnya.