SIMALUNGUN, HETANEWS.com -Suyetno als Yetno (43) memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Pasca dituntut hukuman 7 tahun penjara oleh jaksa Barry Sihombing di sidang Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (7/9/2022).

Warga Kampung Lalang Kelurahan Serbelawan itu dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika, yang ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara ataupun hukuman mati.

Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 1 Milyar dan jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Ia terbukti melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu. Saat ditangkap pada Senin, 9 Mei 2022 dari halaman rumahnya, petugas menyita 24 klip paket sabu seberat 3,40 gram dan uang hasil penjualan Rp 200 ribu serta hape Nokia yang digunakan sebagai alat komunitas untuk transaksi.

"Saya mohon agar dihukum seringan-ringannya Bu Hakim, saya menyesal," katanya disidang siang didampingi pengacara Josia Manik dari Posbakum PN Simalungun.

Menurut jaksa, sabu sebanyak itu diperoleh terdakwa dengan cara membeli dari Ulet (DPO) seharga Rp 2.100.000. Tapi baru dibayar Rp 1.8 juta sisanya akan dibayar setelah sabu habis terjual.

Yetno juga mengakui sudah 2 kali belanja sabu dari Ulet dan lokasi transaksi yang sama di halaman rumahnya di Kampung Lalang Dolok Batunanggar. Jika sabu habis terjual maka ia akan memperoleh keuntungan sebanyak Rp.900 ribu karena 1 paket sabu ia jual Rp.100 ribu.

Persidangan dipimpin hakim Nurnaningsih Amriani, Aries Ginting dan Yudhi Dharma masing masing sebagai hakim anggota dinyatakan ditunda hingga Rabu (14/9/2022) mendatang. Dengan agenda persidangan pembacaan putusan.