Stabat - Polres Langkat mengamankan mobil pikap L-300, BK-8638 DA, mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi sebanyak 3 ton di Jalan Umum Dusun VI, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat.

Petugas juga menangkap tersangka Sah alias Wak Ari (54) warga Dusun V Wonosari, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Langkat (selaku pemilik cairan yang diduga minyak solar bersubsidi) dan Pai (43) penduduk Dusun XIII Pematang Delik, Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat (sopir).

"Mobil pikap mengangkut 13 drum kaleng ukuran 200 liter dan 5 jerigen plastik ukuran 35 liter berisikan cairan yang diduga minyak solar bersubsidi kita amankan pada Kamis (1/9) sekira pukul 08.45 WIB," kata Wakapolres Langkat, Kompol Hendri Nupia Dinka Barus, Senin (5/9).

Awalnya Polres Langkat mendapat informasi dari masyarakat bahwa mobil pikap L-300 BK-8638 DA mengangkut dan membawa cairan diduga BBM jenis solar yang disubsidi oleh pemerintah.

"Kita dapat informasi bahwa ada mobil pikap membawa minyak solar subsidi yang membelinya dari SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di Dusun VI, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura," jelasnya.

Untuk memastikannya, petugas mengecek informasi tersebut dan benar di pinggir jalan Dusun VI, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura ditemukan pikap membawa cairan yang diduga BBM jenis solar subsidi.

"Dari TKP kita juga amankan dua pria yang mengaku sopir dan pemilik. Keduanya saat ini dilakukan penahanan di RTP Polres Langkat,” terangnya.Kedua pelaku mengaku erbuatan tersebut sudah dilakukan selama kurang lebih 4 tahun, dan melakukan pembelian 1 kali dalam 1 bulan."Dalam pembelian, pelaku membeli dengan harga Rp 5.600 per liter dan menjual kepada masyarakat di daerah Gebang dengan harga Rp 6.500 per liter, sehingga pelaku mendapat keuntungan sebesar Rp 900 per liter," tandasnya.

SUMBER : Analisadaily.com