SIANTAR, HETANEWS.com - Kepala Kejaksaan Negeri Siantar Jurist Pricesely dalam pemaparan kasus FS di aula Polres Siantar dihadapan sejumlah perwakilan korban investasi bodong, Senin (5/9/2022) mengakui jika SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) atas nama terlapor FS sudah dikembalikan ke Polres Siantar.

"SPDP FS masih status terlapor bukan tersangka dan sudah kami kembalikan ke Polres," kata Jurist.

Alasannya, dalam putusan Cristopher Simanjuntak, ia dinyatakan bersalah melanggar pasal 378 KUHP. Sedangkan Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP tidak dicantumkan.

"Padahal jaksa menuntut Christopher dengan pasal 378 KUHP Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP," katanya.

Atas putusan tersebut, kejaksaan melakukan upaya hukum banding dan kasasi. Hasilnya putusannya tetap menyatakan melanggar pasal 378 KUHP. Atas dasar itulah, kejaksaan mengembalikan SPDP FS ke penyidik Polres.

Gokma Sagala mewakili para korban investasi bodong mengatakan, meski kejaksaan sudah kembalikan SPDP maka sesuai hasil ekspos dan gelar perkara dengan kejaksaan akan dilaporkan ke pimpinan Kapoldasu. Selanjutnya, akan dikirim kembali ke kejaksaan.

"Nantinya, hasil ekspos kepolisian akan diinformasikan sehingga spdp dan berkas dapat dikirim lagi ke Kejaksaan," jelas Gokma.