SIANTAR, HETANEWS.com - Perwakilan pengunjukrasa yang merupakan korban investasi bodong FS, oknum anggota DPRD Siantar diterima Kapolres Siantar di ruang aula Mapolresta Siantar, Senin (5/9/2022).

Penyidik Polres Siantar dipimpin langsung Kapolres memaparkan kronologi pelaporan para korban. Hasil pemeriksaan sementara,penyidik telah menemukan adanya dugaan perbuatan pidana hingga kasusnya ditingkatkan ke penyidikan.

Demikian disampaikan Aipda Bolon Situngkir selaku Kanit Ekonomi dihadapan perwakilan korban investasi bodong antara lain Suwandi Sinaga, Leo Simanjuntak, Pdt.Jonson Barus, Dame Pandiangan.

Menurut Kasat Reskrim pemeriksaan perkara terus berjalan. Bahkan pihaknya sudah memeriksa saksi ahli pidana, ahli perdata, OJK dan pihak Inalum yang diduga ikut dalam trading saham yang dilakukan FS yang juga mantan komisaris Inalum.

Dame Pandiangan mewakili korban secara singkat menguraikan kronologi perbuatan Terlapor FS. Bahwa FS dengan melakukan bujuk rayu kepada korban untuk melakukan bisnis trading saham.

Dengan posisinya sebagai anggota DPRD,para korban yakin dan memberikan sejumlah modal kepada FS demi mendapatkan 5 persen. Hanya beberapa bulan berjalan dan tahun macet.

Lalu Terlapor FS mengorbankan menantunya Christopher Simanjuntak dengan dalih menyalahgunakan wewenang sehingga bisnis trading saham bangkrut.

Lalu korban membuat gugatan sederhana (GS) ke Pengadilan Negeri Siantar. Putusan hakim menyatakan agar FS segera membayar uang korban 14 hari setelah putusan tersebut. Tapi putusan tersebut tidak dilaksanakan FS.

Atas dasar itu, korban kembali menginformasikan ke penyidik agar berkas FS segera ditindaklanjuti. Karena sudah 1 tahun 8 bulan tidak ada perkembangan, hingg akhirnya korban melakukan aksi agar penyidik segera mengusut tuntas FS yang hingga kini masih bebas berkeliaran, jelas Pandiangan.